Pengawas TPS Mojosongo Solo Diusir dari Rapat Pleno Rekapitulasi Suara

Ilustrasi surat suara. (Bisnis/Dok)
20 April 2019 21:00 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Rapat pleno rekapitulasi dan penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Jebres, Solo, Jawa Tengah, di Solo Techno Park (STP), Sabtu (20/4/2019), diwarnai insiden berteriak-teriaknya seorang pengawas tempat pemungutan suara (TPS) Mojosongo.

Kejadian tersebut membuat peserta rapat pleno kaget dan menghentikan proses tersebut sekitar 10 menit. Penjelasan itu disampaikan Ketua PPK Jebres, Murjioko, saat diwawancarai solopos.com melalui sambungan telepon seluler, Sabtu sore.

“Saat pleno berlangsung datang seorang pengawas TPS. Dia mencari seseorang. Mungkin karena merasa dipingpong tiba-tiba dia maju ke depan dan teriak. Dia protes kenapa dirinya dari Bawaslu malah dipingpong atau tak ditanggapi,” ujar Murjioko.

Murjioko yang tidak mau rapat pleno terganggu dan terhenti lama langsung memanggil petugas keamanan di lokasi itu. 

“Petugas keamanan langsung membawa orang ini keluar. Begitu ceritanya. Makanya ini situasi sedang panas malah dipancing panas-panasan sing ora mutu,” kata dia.

Murjioko mengaku melakukan tindakan tegas demi kelancaran rapat pleno rekapitulasi dan penghitungan suara PPK Jebres. 

“Target kami tanggap 28 April 2019 proses pleno sudah selesai untuk Kecamatan Jebres. Semoga tidak ada lagi gangguan saat rapat pleno. Lokasi STP sudah panas, teman-teman sudah capai juga, malah ada yang manas-manasi seperti itu,” sesal dia.

Anggota Bawaslu Solo yang memantau rapat pleno PPK Jebres, Muh. Muttaqien mengakui sempat ada petugas pengawas TPS Mojosongo yang dibawa keluar lokasi rapat pleno PPK Jebres di STP Sabtu siang. Tapi menurut dia itu bukan gangguan berarti.

Muttaqien menjelaskan pengawas TPS Mojosongo datang ke STP bermaksud menyerahkan laporan kepada PPL Mojosongo. Tapi saat mencari PPL dimaksud di STP pengawas tersebut tak berhasil menemukan. 

“Mungkin saking judeke dia bertanya, Pak ini saya mau menyerahkan laporan. Lah terus diusir oleh Pak Murjioko. Pengawas ini tidak paham sedang dalam acara apa. Laporan yang dia bawa seharusnya sudah diserahkan sehari sebelumnya,” kata dia.

Kendati mengakui sedang berada di luar lokasi rapat, Muttaqien tidak mendengar pengawas TPS berteriak dan mengganggu jalannya rapat. Yang dia dengar justru suara keras dari Murjioko sehingga membuat dia langsung bergegas memasuki ruangan.