Beragam Ekspresi Jari Ungu di Lomba Swafoto KPU Boyolali

Tangkapan layar Instagram KPU Boyolali menampilkan aksi warganet saat Pemilu 2019. (Istimewa)
20 April 2019 07:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Euforia pemilihan umum (Pemilu) yang telah berlangsung Rabu (17/4/2019), juga memenuhi jagat media sosial.

Di Instagram, KPU Boyolali menyelenggarakan kontes swafoto bagi warga masyarakat. Untuk mengikuti kontes ini, syaratnya cukup mudah.

Warga hanya perlu melakukan swafoto dengan menunjukkan jari yang telah dicelupkan ke tinta sebagai tanda partisipasi aktif menggunakan hak suara.

Foto kemudian diunggah ke akun Instagram dengan memberi tanda pada akun resmi KPU Boyolali di @kpu_boyolali_official. Lomba yang diikuti warganet Kota Susu ini wajib mencantumkan tiga tanda tagar berupa #KPUBoyolaliMelayani, #lombaselfie2019, dan #BoyolaliSukseskanPemilu2019.

Selain menunjukkan jari dengan tinta, kriterianya foto tidak boleh mengandung unsur kampanye, dan tidak berada di bilik suara. Foto-foto tersebut wajib diunggah paling lambat Kamis (18/4/2019) lalu.

Tak tanggung-tanggung, KPU menyiapkan hadiah jutaan rupiah yang akan dibagiakan kepada dua kategori, menarik dan unik masing-masing tiga pemenang.

Ditambah dengan hadiah favorit yang akan diberikan kepada warganet dengan jumlah like terbanyak.

Pantauan Solopos.com di Instagram, ada 89 warganet yang mengunggah foto mereka dengan beragam ekspresi.

Beberapa dari mereka bahkan menautkan lebih dari satu foto dengan beragam gaya dalam satu unggahan. Seperti yang dilakukan Budi dalam akun @pbudii.

Laki-laki yang terdaftar di TPS 005 Kragilan, Mojosongo, berpose mengenakan kaus merah sambil menunjukkan kelingking kirinya yang dipenuhi tinta ungu.

Foto tersebut tampak lebih ekspresif daripada foto-foto lain. Di tiga unggahannya, Budi sengaja mengecat wajah dengan warna merah dan putih. Dia juga mengikatkan kain berwarna sama dan rambut palsu warna-warni layaknya badut sirkus.

Lain lagi dengan Abdurrahman Al Farid, 23. Lewat akun @aal.farid dia mengatakan sengaja mengunggah foto diri saat berada di TPS 007 Desa Jeron, Kecamatan Nogosari.

“Ini jadi pemilu pertama saya di Indonesia, jadi beda dengan yan dulu,” ujar Farid saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (19/4/2019) siang.

Sebelumnya, Farid sempat merantau ke Turki untuk menyelesaikan studi di Ankara University. Pemilu 2014 lalu dilaluinya di negeri orang.

Pulang ke kampung halaman, membuat Farid bisa lebih narsistik. Lomba swafoto memang sengaja diikutinya karena dua hari sebelum coblosan dia sudah mendapatkan info lewat media sosial.

Selesai menggunakan hak pilih, Farid berpose sambil dikelilingi empat teman perempuannya sambil menunjukkan jari kelingking yang basah oleh tinta ungu.

Izin Petugas

Sementara itu, Febriana Dwi, 25, warga Desa Baratan, Nogosari, juga memeriahkan kontes serupa. “Itu kami sampai bolak-balik ke TPS dua kali,” kata dia sambil terkekeh.

Terlihat narsistik di hadapan banyak orang membuatnya sungkan. Alhasil, setelah mencoblos di pagi hari, Febri, kembali lagi ke TPS jelang hitung suara.

Saat itu, kondisi lebih sepi dan bisa lebih leluasa mengabadikan gambar. “Kemarin sampai izin ke petugas kalau mau selfie, malu sebenarnya,” ungkap dia. Di foto yang diunggahnya, Febri dan empat temannya memamerkan senyum dengan memamerkan gigi mereka.