Tragis, Bocah Wonogiri Meninggal Tersetrum Besi Ground Listrik

Kondisi Ayunda Fitriani, 5, yang meninggal dunia akibat tersetrum listrik di Ngarjosari RT 003/RW 002, Kelurahan Ngarjosari, Tirtomoyo, Wonogiri, Sabtu (20/4 - 2019). (Istimewa)
20 April 2019 17:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI — Bocah berusia lima tahun, Ayunda Fitriani, meninggal dunia setelah tersetrum listrik di samping rumah tetangga di Ngarjosari RT 003/RW 002, Kelurahan Ngarjosari, Tirtomoyo, Wonogiri, Jawa Tengah, Sabtu (20/4/2019), pukul 11.10 WIB.

Anak tunggal pasangan Narno dan Yuniati itu seketika tersetrum saat memegang besi arde atau ground rood yang tidak tertanam di tanah.

Untu diketahui, besi arde merupakan salah satu sarana kelistrikan yang digunakan untuk grounding. Biasanya besi itu ditanam di tanah.

Warga yang turut cek lokasi, Agus Winarso, kepada solopos.com, Sabtu, mengatakan sesaat setelah tangannya bisa dilepaskan dari besi arde, Ayunda masih sadar. Ibunda Ayunda, Yuniati, yang saat itu di lokasi langsung mendekapnya.

Namun, tak lama kemudian Ayunda tak sadarkan diri. Yuniati bersama warga lalu membawanya ke bidan untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, sesampainya di tempat praktik bidan, Ayunda sudah meninggal dunia.

“Kasihan sekali. Anak itu anak satu-satunya,” kata Agus saat dihubungi solopos.com.

Agus menceritakan awalnya Ayunda bermain bersama empat temannya di samping rumah warga tak jauh dari rumah Ayunda. Suatu ketika, Ayunda memegang besi arde yang tergeletak di sisi rumah. Seketika Ayunda tersetrum lalu terkapar.

Teman-temannya yang melihat kejadian itu langsung memberi tahu ibu Ayunda, Yuniati, yang saat itu di rumah. 

“Kemungkinan waktu itu Ayunda mau mengambil besi itu karena dikiranya kayu. Anak-anak kan rasa ingin tahunya tinggi dan benda apa saja buat mainan,” imbuh Agus yang juga Bintara Urusan Dalam (Batuud) Koramil Tirtomoyo itu.

Dia menilai kejadian tersebut harus menjadi pelajaran berharga untuk orang tua dan warga pada umumnya.

“Besi ground yang dipegang Ayunda ada aliran listriknya. Tadi [kemarin] saya minta petugas mengeceknya pakai tespen [alat pendeteksi listrik]. Ternyata aliran listriknya cukup besar,” ucap Agus Winarso.