Siswa SMK Grafika Ignatius Slamet Riyadi Solo Kebanjiran Order Pin Pemilu 2019

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
21 April 2019 18:00 WIB Agnes Yustin Roswita Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Pemilu yang digelar pada Rabu (17/4/2019) membawa dampak yang positif bagi SMK Grafika Ignatius Slamet Riyadi Solo. Para siswa kebanjiran order yakni memproduksi pin untuk petugas tempat pemungutan suara (TPS).

Order itu membuat mereka bisa langsung berpraktik dalam bidang wirausaha. Mereka memproduksi ratusan pin. Harga masing-masing pin adalah Rp3.000. Bahan dasar yang mereka gunakan untuk pin senilai Rp750. Beberapa tahun yang lalu, SMK Grafika Ignatius Slamet Riyadi juga telah memproduksi pin untuk petugas TPS.

"Kami ingin melatih para siswa dalam berwirausaha. Hasilnya, banyak yang pesan [karya mereka]. Totalnya ada 15 TPS di Kota Solo yang memesan. Salah satunya dari TPS Kelurahan Kampung Baru, Pasar Kliwon, Solo," kata Kepala SMK Grafika Ignatius Slamet Riyadi, Caecilia Sri Mulyani, saat dihubungi Solopos.com, Jumat (19/4/2019).

Caecilia menjelaskan SMK Grafika Ignatius Slamet Riyadi juga menyelenggarakan pelatihan pembuatan kemasan pada beberapa UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Tujuannya siswa dapat membagi ilmu yang mereka pelajari tentang pembuatan desain produk.

"Selain kewirausahaan, kami juga ingin para siswa mampu mengaplikasikan ilmu mereka dalam pelatihan pembuatan kemasan yang menarik di UMKM karena nilai kemasan yang menarik akan meningkatkan nilai jual produk," kata Caecilia.

Ketua Program Studi Desain Produk SMK Grafika Ignatius Slamet Riyadi, Cindyawan, menambahkan para siswa jurusan Desain Produk menyukai pembuatan kemasan yang unik. Mereka perlu pembinaan yang khusus dalam merangkai produk agar ilmu mereka juga dapat membantu masyarakat sekitar.