Bawaslu Klaten Temukan Banyak Kesalahan Input Data Dari C1

Ilustrasi petugas KPPS menjalankan tugas sejak Rabu (17/4/2019) pagi hingga Kamis (18/4 - 2019) dini hari. (Antara/M. Faisal Hanapi)
21 April 2019 16:15 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Klaten mengaku banyak mengoreksi kesalahan input data formulir C1 (hasil rekap perolehan suara di TPS) Pemilu 2019.

Di sisi lain, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten menilai terjadinya salah input data tersebut disebabkan faktor kelelahan yang dialami anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, tahapan Pemilu 2019 di Kabupaten Bersinar memasuki rapat terbuka rekapitulasi penghitungan hasil perolehan suara Pemilu 2019 di tingkat kecamatan. Panitia pengawas pemilu (panwaslu) di setiap kecamatan turut serta dalam pengawasan di tahapan ini.

“Secara umum, pelaksanaan Pemilu 2019 di Klaten berjalan lancar. Saat ini memasuki pleno di tingkat panitia pemilihan kecamatan [PPK]. Hasil sementara kami menemukan data di C1 dengan di plano [C1 plano] ada perbedaan. Ini banyak terjadi di suara calon anggota legislatif [caleg] DPRD kabupaten, termasuk input perolehan suara. Kami terlibat langsung untuk mengoreksi sehingga kesalahan itu dapat segera dibetulkan,” kata Ketua Bawaslu Klaten, Arif Fatkurrahman, kepada Solopos.com, Sabtu (20/4/2019).

Arif Fatkurrahman meyakini kesalahan input data C1 itu bukan kesengajaan. Hal itu terlihat saat dilakukan koreksi bersama-sama dengan masing-masing anggota Panwaslu di setiap kecamatan.

“Begitu dibetulkan, semua bisa menerima. Kesalahan input ini tak terlalu memberikan pengaruh signifikan ke hasil Pemilu. Soalnya memang dapat langsung dibetulkan,” katanya.

Ketua KPU Klaten, Kartika Sari Handayani, mengakui terjadinya salah input data C1 disebabkan anggota KPPS mengalami kelelahan saat bertugas dari pagi hari hingga malam hari. Kesalahan itu sudah dapat dikoreksi di tingkat PPK.

“Kesalahan itu termasuk salah menulis surat suara sah di partai politik dan caleg. Kami menyadari karena banyak anggota KPPS yang baru juga, selain faktor kelelahan. Dengan adanya rapat pleno di tingkat kecamatan saat ini, salah input data seperti itu sudah dapat dikoreksi,” katanya.

Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, mengatakan masih menyiagakan anggota guna mengawal setiap tahapan pemilu agar berjalan lancar. Saat berlangsung rapat pleno di setiap PPK, sedikitnya 30 anggota keamanan disiagakan. Jumlah tersebut termasuk anggota polisi dan prajurit TNI.

“Kami juga menyiagakan sejumlah anggota di Kantor KPU Klaten. Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama pelaksanaan pemilu di Klaten relatif tidak ada gangguan berarti,” katanya.