Calegnya Rencanakan Demo, Partai Berkarya Wonogiri Ogah Ikut-Ikutan

Ilustrasi caleg. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
21 April 2019 17:35 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Berkarya Wonogiri tak setuju dengan rencana aksi demo salah satu calegnya, Sariman, Senin (22/4/2019). Partai Berkarya juga menyatakan tidak bertanggung jawab jika saat demo terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Partai Berkarya Wonogiri sudah mengirim surat ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Wonogiri tertanggal 19 April 2019. Dalam surat itu disebut demo atau aksi solidaritas akan digelar oleh Sariman, caleg Partai Berkarya, pada Senin (22/4/2019).

Lokasi demo itu menyasar tiga tempat yakni kantor KPU Wonogiri, kantor Bupati, dan kantor Bawaslu. Hasil rapat internal partai memutuskan DPD Partai Berkarya Wonogiri tidak mendukung aksi itu.

Partai Berkarya juga menyatakan tidak bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam aksi tersebut. Ketua DPD Partai Berkarya Wonogiri, Soewoso, mengatakan pertimbangan partainya untuk tidak mendukung aksi itu karena sudah memproses permasalahan Sariman ke Bawaslu.

Permasalahan itu adalah terkait kekeliruan foto caleg dalam daftar calon tetap (DCT) yang ditempel di TPS-TPS di Dapil V Wonogiri. “Kalau sekadar menanyakan ke KPU, saya rasa enggak masalah. Tapi, kalau sampai membawa orang tidak tahu menahu dan yang saya takutkan itu nanti ditumpangi orang tidak bertanggung jawab,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Minggu (21/4/2019).

Soewoso menjelaskan partai sudah beriktikad baik menyelesaikan permasalahan dengan memberi tahu KPU soal kekeliruan itu. Ia meminta KPU memperbaikinya namun tidak dilakukan.

Lalu, partai melaporkan kerjadian itu kepada Bawaslu. Bawaslu menanggapi positif laporannya. Bahkan, Bawaslu menindaklanjuti dengan meminta klarifikasi baik kepada pelapor maupun KPU sebagai terlapor.

“Kami masih menunggu keputusan Bawaslu. Menurut rencana, putusan akan disampaikan Senin [22/4/2019],” imbuh dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Partai Berkarya Wonogiri melaporkan KPU Wonogiri ke Bawaslu karena ada kekeliruan foto calon anggota legislatif (caleg). Kekeliruan foto caleg itu ada di lembar daftar calon tetap (DCT) anggota DPRD Wonogiri yang ditempel di seluruh TPS di Dapil V.

Ada tiga foto caleg yang tertukar yakni foto caleg nomor urut 4 Suharmi tertukar dengan foto caleg nomor urut 5 Sariman.