10 Petahana Terpental, 15 Wajah Baru Ramaikan DPRD Solo

Ilustrasi caleg. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
22 April 2019 18:15 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak 10 calon anggota legislatif (caleg) petahana DPRD Solo diprediksi tumbang atau gagal melenggang kembali ke parlemen.

Mereka adalah Kristanto (PDIP), Supriyanto, Reny Widyawati, Suranto (Partai Demokrat), Abdullah A.A. (PDIP), Edi Jasmanto (PPP), Maria Sri Sumarni, Jaswadi (Partai Golkar), Sugiyarso (PAN), serta M. Irawan Purnomo (Partai Gerindra).

Tumbangnya 10 petahana membuat komposisi DPRD Solo akan diisi 15 wajah baru sebab selain 10 petahana yang tumbang ada lima legislator DPRD Solo yang tidak nyaleg. Ada yang maju ke DPRD provinsi, dan ada yang ke DPR dalam Pemilu 2019.

Lima legislator Solo yang tidak nyaleg di DPRD Solo yaitu Umar Hasyim (PAN) dan N.R. Kurnia Sari (Partai Gerindra). Tahun ini mereka nyaleg ke DPR dari Dapil V Jateng yang meliputi Kota Solo, Kabupaten Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali.

Ada juga nama Quatly A. Alkatiri (PKS) yang nyaleg di DPRD provinsi dari Dapil VII Jateng. Sedangkan dua legislator PDIP yaitu Endang Hendartni Heny Nogogini dan Suranta Putra (PDIP) tidak mencalonkan diri dalam Pemilu 2019.

Ketua DPC Partai Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno, saat dimintai tanggapan ihwal prediksi tersebut mengonfirmasi kemungkinan tidak lolosnya Irawan Purnomo yang maju dari Dapil V Solo yang meliputi Kecamatan Jebres.

Menurut dia, caleg petahana Partai Gerindra yang bakal melenggang kembali ke DPRD Solo hanya dirinya. “Sementara ini kayaknya memang Pak Irawan tidak lolos. Dua caleg baru kami dari Jebres dan Pasar Kliwon-Serengan,” ujar dia.

Namun Irawan saat dihubungi Solopos.com, Senin siang, merasa perolehan suaranya masih unggul dari caleg lain dari Partai Gerindra di Dapil Jebres. “Sampai siang ini suara saya masih unggul 400-an suara dari caleg lain,” tutur dia.

Sedangkan caleg petahana PDIP di Dapil II Laweyan, Kristanto, mengaku sudah mendengar informasi yang menyebutkan dirinya tak lolos ke parlemen. Bila hal itu memang hasil resmi dia menyatakan akan nglenggana menerima kenyataan.

“Saya tidak ngikuti. Tapi teman-teman mengikuti. Dengar-dengar saya tidak lolos, begitu. Tapi itu kan belum hasil resmi. Nanti kalau sudah ada hasil resmi dan saya memang tidak lolos, tentu saya harus menerima, legawa lah,” kata dia.

Penuturan senada disampaikan Ketua DPC PPP Solo yang juga caleg petahana DPRD Solo, Edy Jasmanto, Senin. Saat Solopos.com menghubunginya melalui ponsel dia mengonfirmasi informasi yang menyebutkan dirinya tidak lolos.

“Iya, betul-betul, tidak lolos saya. Caleg gagal ini,” aku dia sembari tertawa.

Edy menilai kekalahannya dalam Pemilu 2019 adalah hal wajar. Sebuah kontestasti Pemilu hanya ada kemungkinan, yaitu lolos dan tak lolos.

Ketua DPD Partai Golkar Solo, Maria Sri Sumarni, saat dihubungi, Senin, mengaku masih melakukan perhitungan internal perolehan suara Pemilu 2019. Dia tak tahu siapa saja caleg Partai Golkar yang lolos.