Paradiso, Komunitas Pendengar Solopos FM Tanam Pohon di Giriroto Boyolali

Anggota Paradiso berfoto bersama perangkat desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, saat acara Paradiso Go Green, Minggu (21/4/2019). (Solopos - Nadia Lutfiana Mawarni)
22 April 2019 14:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Puluhan anggota komunitas pendengar 103 Solopos FM, Paradiso, menyelenggarakan kegiatan Paradiso Go Green, Minggu (21/4/2019) pagi.

Mereka menanam 70 bibit pohon ketapang kencana yang diperoleh secara swadana di kawasan Embung Giriroto, di Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.

Selain penghijauan, kegiatan bertajuk Sayangi Bumi, Hijaukan Pertiwi ini juga dibarengi dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengunjung kawasan wisata tersebut.

Targetnya adalah pengunjung berusia di atas 40 tahun yang berpotensi terkena penyakit degeneratif, yaitu penurunan fungsi organ tubuh karena faktor usia. Seperti jantung, osteoporosis, dan hipertensi.

Koordinator Paradiso, Ari Sulistyowati, menyebutkan kegiatan penanaman pohon sengaja dipilih untuk memperingati hari bumi yang jatuh pada Senin (22/4/2019) sekaligus ulang tahun ke-8 Paradiso.

“Dengan penghijauan semoga kesadaran masyarakat untuk menjaga bumi juga turut meningkat, termasuk tidak membuang sampah di sembarang tempat,” ungkap Ari di sela-sela acara.

Lebih jauh, Paradiso juga ingin mendukung program pemerintah Desa Giriroto untuk mengembangkan embung sebagai kawasan agrowisata. Harapannya dapat memberikan dampak ekonomi bagi warga setempat.

Sementara itu, Stasiun Manajer Solopos FM, Intan Nurlaili, mengatakan perspektif tentang lingkungan di mata masyarakat perlu diubah sejak dini.

Dia berharap dengan adanya kegiatan penanaman pohon ini semakin membuat warga sadar bahwa bumi adalah titipan dari generasi mendatang. “Sehingga tidak layak jika warga tidak merawatnya,” imbuh dia.

Kepala Desa Giriroto, Purwanto, menambahkan setalah embung selesai dibangun, rencana selanjutnya adalah membuat bumi perkemahan dan media edukasi tanaman.

“Penanaman bibit ini dalam jangka panjang akan melengkapi kawasan edukasi dan perkemahan tersebut,” ujar Kades. Rencananya Purwanto juga akan melengkapi kawasan itu dengan jenis-jenis tanaman lain.