Rapat Pleno Penghitungan Suara di Colomadu Karanganyar Mundur

Sejumlah petugas mengontrol data di Kantor Panwascam Colomadu, Karanganyar, Sabtu (20/4/2019). - Iskandar
22 April 2019 15:35 WIB Iskandar Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Rapat pleno penghitungan suara pemilihan umum (pemilu) 2019 se-Kecamatan Colomadu yang sedianya diawali Sabtu (20/4/2019) terpaksa diundur. Hal itu disebabkan rekapitulasi surat suara pemilu di Desa Baturan, Colomadu, Karanganyar, hingga Sabtu sore belum selesai.

“Nanti pleno di kecamatan dilaksanakan setelah rekapitulasi semua desa beres. Sekarang ini kami masih menunggu Desa Baturan yang menginput data C1 ke DAA1,” ujar Ketua PPK Colomadu, Sri Santoso ketika ditemui di ruang kerjanya, Sabtu sore.

Meski demikian penghitungan suara Pemilu 2019, Desa Baturan sudah di setor ke kecamatan. Dengan demikian jumlah suara dalam pemilu di Baturan tidak akan berubah.

Ditanya apa faktor penyebab kelambatan Baturan yang belum merampungkan input data tersebut, Santoso mengaku tak tahu. Menurut dia, input data formulir DAA1 dari KPU dinilai tidak sulit. Sebab pengisian DAA1 dinilai tinggal mengutip karena merupakan refleksi dari C1.

Diharapkan pada Minggu (21/4/2019) ini semuanya sudah beres, sehingga pleno rapat hasil rekapitulasi pemilu 2019 di Kecamatan Colomadu bisa segera digelar. Rencananya pleno untuk Desa Baturan dan Malangjiwan akan digelar belakangan.

Kedua desa itu dinilai mempunyai TPS paling banyak di Colomadu. “Paling banyak Malangjiwan yaitu ada 33 TPS disusul Baturan 28, Gedongan 26 dan paling sedikit Gajahan ada enam TPS,” kata dia.

Dia menambahkan pleno rekapitulasi akan melibatkan PPK, Panwascam, PPS, saksi paslon, saksi parpol dan saksi DPD. Santoso mengatakan acara pleno didahului dengan seremonial pembukaan, dilanjutkan panel ke masing-masing desa.

Camat Colomadu, Yophy Eko Jatiwibowo mengatakan lambannya input DAA1 Desa Baturan tak lepas dari kinerja PPS. Sebenarya PPS sudah mendapat bimbingan teknis (bintek) dan selanjutnya PPS melakukan bintek ke KPPS.

“Bintek itu memang dilakukan berjenjang. Tetapi ketika saya perhatikan saat PPS mengikuti bintek di kecamatan, ada yang kurang fokus. Mereka malah asyik bermain handphone,” ujar dia.

Padahal, kata dia, bintek itu penting sekali karena peserta akan menangani administrasi yang baru sehingga butuh kejelian. Dia menambahkan pengisian DAA1 sebagai hal yang amat penting karena menyangkut nasib orang sehingga butuh ketelitian.

Secara terpisah Koordinator Input Data, Sri Anna Susanti saat dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu, membenarkan input data tersebut belum selesai. Saat ditanya kendala yang dihadapi dia mengaku tak ada. “Tidak ada kendala. Maaf,” ujar dia singkat.