Petugas KPPS Baturetno Wonogiri Meninggal Dunia, Kelelahan?

Ilustrasi petugas KPPS menjalankan tugas sejak Rabu (17/4/2019) pagi hingga Kamis (18/4 - 2019) dini hari. (Antara/M. Faisal Hanapi)
22 April 2019 17:40 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Desa Baturetno, Kecamatan Baturetno, Wonogiri, meninggal dunia diduga karena kelelahan setelah bertugas, Sabtu (20/4/2019).

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Baturetno, Suyatno, mengatakan anggota KPPS yang meninggal itu bernama Aris Didik Mulyanto, 50, warga Dusun Patuk Kidul, Desa Baturetno, Baturetno. Ia merupakan anggota KPPS di TPS 4 Desa Baturetno.

Suyatno menceritakan pada hari pencoblosan Rabu (17/4/2019), Aris bertugas sebagaimana lazimnya anggota KPPS lainnya. Aris juga ikut terlibat dalam penghitungan suara yang selesai pada Kamis (18/4/2019) pukul 02.00 WIB.

Kemudian, pada Jumat (19/4/2019) malam, Aris sempat pergi ke angkringan untuk makan malam sendirian lalu pulang dan tidur. “Tapi keesokan harinya [Sabtu], istrinya berusaha membangunkan almarhum sekitar pukul 04.00 WIB. Namun, almarhum tak merespons dan ternyata sudah meninggal dunia,” kata Suyatno yang juga Sekretaris Kecamatan Baturetno, saat dihubungi Solopos.com, Senin (22/4/2019).

Suyatno mengaku belum bisa memastikan apakah Aris meninggal dunia akibat kelelahan setelah bertugas sebagai anggota KPPS atau ada faktor lain. Informasi yang dihimpunnya, Aris tidak memiliki riwayat penyakit termasuk jantung dan riwayat opname lainnya.

“Saya juga belum menerima informasi apakah almarhum pernah sambat kecapekan selama jadi anggota KPPS. Saya belum bisa menyimpulkan,” terang dia.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri, Toto Sih Setyo Adi, mengatakan KPU saat ini sedang menginventarisasi siapa saja petugas KPPS yang sakit, meninggal, kecelakaan, dan lainnya selama bertugas. KPU juga sedang berkoordinasi dengan RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso untuk mengawal kesehatan petugas.

“Kalau KPU kawal suara rakyat, RSUD kawal kesehatan petugas. Mungkin bisa dengan membuka stan atau ada ambulans keliling. Saat ini masih dirembuk bersama RSUD,” kata dia, Senin.

Toto mengaku sudah menerima kabar soal meninggalnya petugas KPPS di Baturetno. Namun, ia masih menghimpun data detail kejadian itu. Ia menduga petugas itu meninggal karena kelelahan.

“Teman-teman di sini yang input Situng juga butuh treatment khusus. Mungkin soal asupan makanan, cara mandi seusai lembur, manajemen istirahat, dan lainnya,” ujar dia.