Datangi Kantor KPU Wonogiri, Caleg Partai Berkarya Lakukan Ritual Tolak Bala

Calon anggota DPRD Wonogiri dapil V dari Partai Berkarya, Sariman, menyiramkan air kendi saat menggelar ritual di depan Kantor KPU Wonogiri, Senin (22/4/2019). (Solopos - Rudi Hartono)
22 April 2019 19:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Calon anggota legislatif (caleg) DPRD Wonogiri dari Partai Berkarya, Sariman, mewujudkan rencananya menggelar aksi unjuk rasa memprotes salah pasang foto dirinya di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri, Senin (22/4/2019).

Namun, bukannya diikuti belasan ribu orang seperti rencana semula, aksi itu hanya diikuti belasan orang. Aksi itu juga direncanakan akan berlangsung di Kantor KPU, Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Sekretariat Daerah (Setda) atau Kantor Bupati.

Seperti diketahui, Sariman merasa dirugikan karena fotonya di daftar calon tetap (DCT) yang ditempel di seluruh TPS dapil V ternyata keliru. Foto di kolom yang ditempatinya justru terpasang foto calon anggota legislatif (caleg) lain. Kesalahan itu membuat pemilih bingung.

Pantauan Solopos.com, aksi solidaritas Tim Relawan 007, sebutan pendukung Sariman, digelar di Kantor KPU pukul 10.00 WIB. Aksi diikuti belasan orang, termasuk Sariman dan koordinator tim Relawan 007, Sunarto.

Tim menemui komisioner KPU di ruang kerja Ketua KPU, Toto Sih Setyo Adi. Pertemuan berlangsung lebih kurang 30 menit. Setelah itu Ketua KPU meminta tim sukarelawan meminum jamu tradisional yang sudah disiapkan di depan ruang kerjanya.

Satu per satu sukarelawan meminum jami dan berfoto bersama. Seusai meminum jamu, Sariman langsung keluar kantor bersama rombongan membawa plastik hitam tanpa menghiraukan wartawan yang menunggunya di lobi.

Usut punya usut, Sariman ternyata hendak menggelar ritual di depan Kantor KPU. Dalam ritual itu Sariman menggunakan kembang setaman, membakar kemenyan, dan membawa kendi berisi air.

Aksi Sariman itu menyita perhatian petugas pengamanan, wartawan, dan petugas KPU. Bahkan, petugas KPU yang sebelumnya beraktivitas di dalam kantor turut menyaksikan ritual itu. Pada salah satu bagian ritual, Sariman berjalan di jalan depan Kantor KPU sambil menyebar beras.

Setelah itu dia menyiramkan air kendi ke tubuhnya. Kemudian salah satu sukarelawan menggelar sajadah dan salat. Setelah menyelesaikan ritual, Sariman bersama sukarelawannya pergi menggunakan dua mobil.

Sebelum masuk mobil, Sariman dan Sunarto tak bersedia memberi pernyataan kepada wartawan. Informasi dari sumber Solopos.com, setelah dari Kantor KPU mereka tak jadi menggelar aksi di Kantor Bawaslu dan Setda seperti rencana sebelumnya.

Ketua KPU, Toto, mengatakan memberi jamu kepada Tim Relawan 007 sebagai simbol aksi menyampaikan aspirasi menyehatkan demokrasi, seperti layaknya jamu yang menyehatkan badan. Dia sangat terbuka kepada pihak yang ingin menyampaikan aspirasi selama kegiatan itu tak melanggar hukum.

Ditanya ihwal ritual yang digelar Sariman, Toto menyebut menurut Sariman ritual itu untuk tolak bala agar Wonogiri selalu aman dan damai. “Intinya Pak Sariman menyampaikan aspirasi bahwa KPU harus bekerja lebih baik. Saat diskusi tadi Pak Sariman sudah meminta izin [melakukan ritual]. Saya mengizinkannya selama tidak mengganggu ketertiban,” ulas Toto.

Ketua Bawaslu, Ali Mahbub, bersyukur aksi Tim Relawan 007 berjalan lancar. Dia berinisiatif ke KPU untuk menjadi mediator antara KPU dan pelaksana aksi. Namun, sebelum sampai di Kantor KPU ternyata aksi sudah selesai.