Suka Duka Petugas Real Count Situng di Solo, dari Maag Kambuh hingga Serangan Kebosanan

Mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Sinar Nusantara Solo menyelesaikan proses entry data form C1 Pemilu 2019 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo, Senin (22/4 - 2019). (Solopos/Nicolous Irawan)
23 April 2019 03:16 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -Sejak Rabu (17/4/2019) malam tim input data real count Situng KPU Solo yang terdiri dari 25 mahasiswa STIMIK Sinus Solo telah standby di ruang lantai II Kantor KPU Solo.

Mereka menunggu kedatangan Form C dan C1 untuk di input di laman infopemilu.kpu.go.id. Proses input data ditargetkan selesai pada Selasa (23/4/2019). Tanpa mengenal waktu, mereka bekerja di ruangan berukuran 6x16 meter persegi di lantai II Kantor KPU Solo.

Seringkali mereka harus lembur hingga dini hari agar data yang sudah diserahkan kepada KPU bisa diakses dan diketahui masyarakat. Saking pentingnya data yang di input, konsentrasi penuh mutlak dibutuhkan anak-anak muda itu agar tidak ada kesalahan data.

Apalagi data yang di input dapat diakses dari berbagai tempat lantaran online di Internet. “Tantangannya kami harus tetap fokus. Padahal energi kita sudah tersita mencermati data sepanjang hari,” ujar Dian Prihatin, 22, seorang operator input data KPU Solo, Senin (22/4/2019).

Mahasiswi asal Sabrang Lor RT 006/RW 008 Mojosongo itu mengaku kadang diserang rasa bosan saat bekerja. Sebab dalam proses input data dia harus standby dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Apalagi akselerasi masuknya C1 ke KPU terbilang lamban.

“Kadang longgar, kadang tiba-tiba data datang menumpuk. Saat mulai merasa bosan ya kami harus pintar-pintar menyiasatinya. Kalau saya biasanya berselancar di internet pakai wifi yang ada di Kantor KPU Solo. Lumayan mengurangi rasa bosan,” tutur Dian.

Sedikit berbeda dengan Dian, operator lainnya, Annisa Nuriddar, 22, mengaku sangat bersemangat menjadi operator input data C1 Pemilu 2019. Selain belum pernah terlibat proses yang sama, dia ingin mendapatkan pengalaman berharga dalam Pemilu 2019.

Namun perempuan berkerudung asal Jatim yang berdomisili di Laweyan tersebut sempat jatuh sakit saat bertugas menjadi operator. “Hari Jumat [19/4/2019] saya izin karena sakit maag saya kambuh. Mungkin karena tidak cocok dengan makanan di sini,” aku dia.

Untuk mengisi waktu senggang menunggu kedatangan Form C dan C1, Annisa mengisinya dengan berbincang dengan sesama tim operator input data. “Saat longgar atau waktu istirahat biasanya teman-teman ngobrol santai dan bercanda ringan,” imbuh dia.

Sedangkan Komisioner KPU Solo, Suryo Baruno mengatakan semula pihaknya menargetkan input data C dan C1 selesai dalam lima hari, yaitu Selasa ini. Tapi hingga Senin siang data yang masuk baru dari sekitar 500 TPS dari total 1.734 TPS di Kota Bengawan.

Dia meyakini proses input data belum selesai pada Selasa sehingga dibutuhkan waktu tambahan untuk input data. “Kami akan tambah waktu dua hari. Mudah-mudahan teman-teman operator tetap fokus dan bisa selesai sesuai target,” terang dia.