Solopos Hari Ini: 10 Caleg Petahana Solo Gagal

Harian Umum Solopos edisi Selasa (23/4 - 2019).
23 April 2019 10:40 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Sebanyak 10 calon anggota legislatif (caleg) petahana DPRD Solo diprediksi tumbang atau gagal melenggang kembali ke parlemen. Sedangkan dari Boyolali, delapan petahana tak bisa mempertahankan kursi mereka.

Di Solo, caleg petahana yang diperkirakan tak mendapatkan kursi lagi adalah Kristanto (PDIP), Supriyanto, Reny Widyawati, Suranto (Partai Demokrat), Abdullah Abdulkadir Assegaf (Partai Hanura), Edi Jasmanto (PPP), Maria Sri Sumarni, Jaswadi (Partai Golkar), Sugiyarso (PAN), dan M. Irawan Purnomo (Partai Gerindra).

Ulasan mengenai kegagalan beberapa caleg petahana DPRD Solo pada Pemilu 2019 itu menjadi headline di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Selasa (23/4/2019). Berita tersebut bisa disimak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga menyajikan kabar mengenai kisah tragis di tengah ramainya Pemilu 2019. Tak kurang dari 131 petugas meninggal dunia saat Pemilu.

131 Petugas Meninggal saat Pemilu

Pemilihan umum serentak untuk memilih presiden dan anggota DPR/DPRD/DPD membawa banyak kabar duka. Hingga senin (22/4), 90 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), 26 anggota panitia pengawas, dan 15 polisi meninggal dunia karena kelelahan dan sakit.

Banyaknya kejadian menyedihkan itu mendapat tanggapan khusus Presiden Joko Widodo. "Saya kemarin sudah menyampaikan, jadi ucapan berduka cita yang mendalam atas meninggalnya petugas-petugas KPPS, juga beberapa yang di luar KPPS. Saya kira beliau ini adalah pejuang demokrasi yang meninggal dalam tugasnya. Sekali lagi, atas nama negara dan masyarakat, saya mengucapkan duka yang sangat mendalam," kata Jokowi di Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada berita terbaru tentang pelanggaran yang dilakukan KPU Wonogiri pada Pemilu 2019. Ada pula kabar dari ISI Solo di halaman Soloraya.

KPU Langgar Administrasi

Bawaslu Wonogiri menyatakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri terbukti bersalah melanggar ketentuan administrasi Pemilu dalam perkara salah pasang foto tiga calon anggota DPRD Wonogiri. Terkait pelanggaran itu, Bawaslu memberi sanksi teguran tertulis.

Kasus salah pasang foto itu terjadi pada tiga caleg di Dapil V dari Partai Berkarya di lembaran DCT yang ditempel di TPS. Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Wonogiri, Ali Mahbub, saat ditemui Espos di kantornya, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, Senin (22/4), menyampaikan berdasar pengusutan melalui permintaan klarifikasi semua pihak, kesalahan memasang foto tiga calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Berkarya di lembaran daftar calon tetap (DCT) terjadi karena KPU tidak memvalidasi perubahan data secara menyeluruh saat masih daftar calon sementara (DCS).

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Di Antara Karya Seni Mereka Menari

Seorang penari yang mengenakan kain batik berwarna hitam putih sebagai bawahan serta selendang berwarna merah putih di pinggangnya melenggak-lenggokkan tubuhnya dan melakukan gerakan seolah-olah melepaskan panah dari busur yang dipegangnya. Hal yang sama dilakukan oleh delapan penari lainnya, yang merupakan mahasiswa Program Studi Seni Tari, Fakultas Seni dan Pertunjukan ISI Solo.

Mereka membawakan Tari Rantoyo Tandingan Alus di depan area Pendapa Ageng ISI Solo. Yang lebih menarik perhatian adalah karena mereka menari di sela-sela 55 karya ilustrasi mahasiswa program studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Solo, yang digantungkan di tali.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.