3 Petugas Penyelenggara Pemilu Sukoharjo Mondok Di Rumah Sakit

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
23 April 2019 19:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Tiga petugas penyelenggara Pemilu 2019 di Kabupaten Sukoharjo harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat kelelahan.

Sebelumnya, satu anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 10 Wirun, Mojolaban, Yuli Anisah, meninggal dunia karena penyebab yang sama.

Informasi yang diperoleh Solopos.com, tiga petugas penyelenggara pemilu yang dirawat di rumah sakit masing-masing satu anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bulu, anggota KPPS TPS 9 Desa Triyagan Mojolaban, serta satu anggota perlindungan masyarakat (linmas) TPS 13 Triyagan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo Nuril Huda memerinci masing-masing anggota yang mendapatkan perawatan di rumah sakit adalah Eko Kusnanto, anggota KPPS TPS 9 Desa Triyagan, Mojolaban, dirawat di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar, sejak beberapa hari lalu.

Anggota PPK Bulu, Andi Wibowo, masuk rumah sakit setempat, serta anggota Linmas TPS 13 Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban, Suparman, dirawat di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar.

Nuril mengatakan masih menginventarisasi data untuk menelusuri apakah masih ada anggota KPPS, PPK, dan lainnya yang dirawat di rumah sakit. "Penyelenggara Pemilu yang sakit karena kelelahan tidak hanya terjadi di Sukoharjo. Tapi hampir di seluruh Indonesia," kata Nuril, Selasa (23/4/2019).

KPU pusat, menurut Nuril, juga masih mendata penyelenggara pemilu yang meninggal dunia maupun sakit diduga akibat kelelahan setelah proses pemilu. Ihwal santunan, Nuril mengatakan KPU tidak menganggarkan secara khusus. Selain itu KPU juga tidak memberikan asuransi bagi petugas penyelenggara pemilu.

"Tapi sebagai rasa solidaritas, seluruh elemen yang ada di KPU akan iuran untuk memberikan santunan kepada mereka yang sakit atau yang meninggal," katanya.

Santunan akan diberikan sebagai bentuk kepedulian KPU atas kinerja penyelenggara pemilu. Guna mengantisipasi korban yang berjatuhan mengingat hingga kini proses rekapitulasi masih berlangsung ditingkat PPK, dia berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kabupaten Sukoharjo.

Hal ini terkait pemeriksaan seluruh penyelenggara pemilu dengan menempatkan mobil ambulans berikut tenaga paramedis di setiap kecamatan. Tujuanya, mereka yang bertugas bisa langsung cek kesehatan di sana.

Ketua PPK Sukoharjo Wardino menuturkan proses pemilu kali ini berbeda dibanding pemilu sebelumnya. Saat ini pemilu dilakukan serentak untuk pemilihan presiden, DPR, DPRD provinsi dan kabupaten.

Dengan demikian proses rekapitulasi suara pun berlangsung lama, bahkan dilembur dari pagi hingga malam hari. "Lelah iya. Sangat lelah sekali, berangkat pukul 07.00 WIB pulang rumah tengah malam. Jadi memang harus menjaga kondisi badan," katanya.

Dia mengatakan akan memanfaatkan layanan kesehatan dari puskesmas untuk pemeriksaan kesehatan bagi petugas PPK, Panwaslu, polisi, TNI dan pihak terkait lainnya.