Komentar PKS dan PAN Sikapi Dominasi Kursi PDIP di DPRD Boyolali

Wakil Ketua DPC PDIP Boyolali Seno Samodro (kanan) menyaksikan layar quick count partai tersebut di Gedung Panti Marhaen Boyolali, Kamis (18/4/2019). (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
23 April 2019 07:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALIPrediksi perolehan kursi untuk DPRD Boyolali mulai disikapi sejumlah partai politik.

PDIP dipastikan makin menguasai lembaga legislatif tersebut dengan proyeksi perolehan 35 kursi hingga 36 kursi. PKS yakin masih bertahan dengan empat kursi.

Sedangkan PAN menilai hasil pemilu kali ini adalah yang terburuk bagi PAN Boyolali.

Humas DPD PKS Boyolali, Ahmad Hasyim, menyebutkan saat ini PKS optimistis tetap dapat meraih empat kursi sesuai dengan target minimal atau tidak berkurang dari periode sebelumnya. “Insya Allah [masih] empat,” papar Hasyim.

Meski demikian, Hasyim belum mau memerinci jumlah suara yang kini diraih PKS dari lima dapil yang tersedia. Dirinya mengatakan saat ini proses pengumpulan data masih dilakukan.

“Dapil satu Insya Allah sudah, dapil empat dan lima juga sudah tapi belum komplet,” imbuh dia.

Hasyim juga belum mau menyebutkan nama-nama caleg yang diprediksi lolos, termasuk satu caleg petahana, Ali Hufroni.

Dia memilih menunggu keputusan resmi dari KPU mengenai pengumuman nama agar tidak menjadi bias informasi. Optimisme PKS terkait jumlah kursi ini dilatarbelakangi oleh penguatan di lingkungan internal.

“Lingkungan internal menjadi kunci bagaimana kami mengamankan kursi,” imbuh dia.

Ketua DPD PAN Boyolali, Mulyanto, menyebutkan tahun ini menjadi pemilu yang buruk. “Pesimistis untuk tahun ini,” ujar Mulyanto.

Mulyanto bahkan memprediksi kemungkinan besar PAN tidak mendapatkan kursi atau maksimal hanya memperoleh satu kursi. Petahana Musthofa (dapil V), Dhofari (Dapil IV), diprediksi tumbang.

Sedangkan Mulyanto sendiri maju ke pemilihan DPRD Provinsi Jateng dapil VIII. 

Saat ini PAN telah membagi tugas pada masing-masing kader untuk mengikuti proses penghitungan suara di semua kecamatan di Boyolali.

Mereka memang tak melakukan penghitungan suara secara internal. Menanggapi kegagalan PAN dalam Pemilu, Mulyanto, mengatakan setelah semua tahapan Pemilu selesai PAN akan mengadakan evaluasi secara internal. Permasalahan internal diduga menjadi penyebab sedikitnya raihan suara partai.

Ketua DPC PDIP S. Paryanto, mengatakan berdasarkan perhitungan suara internal hingga Minggu, PDIP berhasil meraup suara 453.484 suara. Dengan jumlah ini, Paryanto optimistis akan mengantarkan minimal 35 kader ke kursi DPRD.

Dari jumlah itu, diperkirakan maksimal hanya tiga petahana yang tidak akan kembali duduk di kursi parlemen. Itu berarti, 22 orang anggota DPRD Boyolali asal PDIP akan kembali meramaikan kursi legislatif.

Meski demikian, Paryanto enggan menyebutkan nama-nama caleg petahana yang gagal lolos tersebut. “Saya kira itu tidak etis, kami tunggu hasil KPU saja,” tutur dia.

Mengenai pembagian kursi, Paryanto menyebutkan di dapil 1 optimistis memperoleh 9 kursi, dapil 2 sebanyak 5 kursi, dapil 3 sebanyak 5 kursi, dapil 4 sebanyak 8 kursi dan dapil 5 dengan 8 kursi. Jumlah ini merupakan perkiraan sementara minimal.