Terekam Kamera Coblos Surat Suara, Ini Pengakuan Anggota KPPS Winong Boyolali

Komri, 49, (kiri) anggota KPPS di TPS 8 Dukuh Winong, Desa Karangjati, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, menunggu giliran diperiksa di Bawaslu Boyolali, Senin (22/4/2019). (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
23 April 2019 13:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Anggota KPPS di TPS 8 Dukuh Winong, Desa Karangjati, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, Komri, 49, mengakui orang dalam video KPPS mencoblos surat suara yang menjadi viral beberapa hari lalu adalah dirinya.

Dia mengaku hanya mencoblos 5 surat suara pemilih dan semua berbekal formulir C3 (dengan pendampingan). “Saya mencoblos hanya untuk lima orang dan semuanya ada formulir C3-nya,” ujarnya saat ditemui wartawan di Kantor Bawaslu Boyolali, Senin (22/4/2019).

Komri datang ke Bawaslu Boyolali untuk memenuhi undangan klarifikasi yang dijadwalkan pukul 14.00 WIB. Namun hingga pukul 16.00 WIB, dia belum dimintai klarifikasi karena harus menunggu Bawaslu selesai menggelar rapat Gakkumdu dan selesai memeriksa saksi lain dalam kasus yang sama, yakni Ketua KPPS dan Pengawas TPS (PTPS).

Komri menampik tudingan dirinya mencoblos lebih dari dari 10 pemilih. “Hanya lima dan semuanya ada formulir C3-nya,” tegas dia.

Dalam video yang menjadi viral tersebut, dia mencoblos surat suara orang tua berbaju batik dan mengenakan peci. Disinggung mengenai identitas pemilih tersebut, Komri mengatakan orang tua tersebut juga membawa formulir C3 dan meminta dirinya untuk mencobloskan. 

“Bapak itu rabun sehingga meminta saya untuk mencobloskan,” ujarnya.

Sementara itu, dalam klarifikasi ini Bawaslu memanggil dua orang lainnya, yakni Ketua KPPS Jumadi dan Pengawas TPS (PTPS) Ahmad Gusnaedi. Kepada wartawan Ahmad Gusnaedi juga mengatakan ada lima surat suara pemilih yang dicoblos Komri. 

“Setahu saya ada lima orang yang dicobloskan [surat suaranya oleh] dia [Komri],” ujarnya sebelum menjalani pemeriksaan.  

Sementara itu, hingga pukul 18.15 WiB klarifikasi terhadap Jumadi dan Ahmad Gusnaedi sudah selesai kemudian dilanjutkan klarifikasi terhadap Komri. Ketua Bawaslu Boyolali, Taryono, mengatakan belum dapat memberikan keterangan terkait hasil pemeriksaan tersebut. 

“Ini belum selesai sehingga kami belum bisa memberikan keterangan lebih jauh. Yang jelas, hari ini kami mengklarifikasi tiga orang, yaitu anggota KPPS bersangkutan, Ketua KPPS, dan PTPS,” ujarnya.

Bawaslu juga berencana menambah lagi jumlah saksi untuk menguatkan keterangan-keterangan yang ada. “Nanti akan kami tambah saksi dari orang-orang yang berada di sana, termasuk pemilih yang dicobloskan surat suaranya,” imbuh Taryono.