UNBK SMPN 1 Klaten Terganggu Listrik Mati Karena Korsleting

Seorang guru melihat jaringan listrik di SMPN 1 Klaten, Selasa (23/4/2019). (Solopos - Ponco Suseno)
23 April 2019 18:35 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di SMPN 1 Klaten, Selasa (23/4/2019), terganggu. Gara-garanya terjadi korsleting saat para siswa mengerjakan UNBK.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, sebanyak 339 siswa SMPN 1 Klaten mengikuti UNBK hari kedua di sekolah setempat, Selasa. Mata pelajaran (mapel) yang diujikan adalah Matematika.

Para siswa memulai UNBK pukul 07.30 WIB. Di tengah UNBK sekitar pukul 09.00 WIB, tiba-tiba listrik di sekolah tersebut mati. Belakangan diketahui, matinya listrik disebabkan korsleting.

“Waktu listrik mati tadi, saya baru rampung mengerjakan 26 dari 40 soal. Oleh bapak-ibu guru diminta tetap tenang. Saya bersama teman-teman yang lain disuruh menunggu di ruangan [laboratorium komputer] hingga listrik menyala kembali selang dua jam kemudian,” kata salah seorang siswa SMPN 1 Klaten, Orlan, saat ditemui Solopos.com di sekolahnya, Selasa.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMPN 1 Klaten, Musleyanto, mengatakan matinya listrik di sekolahnya tak mempengaruhi jadwal pelaksanaan UNBK. Para siswa tetap diminta mengerjakan soal hingga waktu yang telah ditentukan dianggap rampung.

Durasi mengerjakan UNBK mapel Matematika dimulai pukul 07.30 WIB-09.30 WIB. “Kami sudah koordinasikan dengan Dinas Pendidikan di kabupaten dan provinsi. Bahkan, di pemerintah pusat. Hasilnya, kami diberi kelonggaran tetap merampungkan UNBK meski jadwalnnya sedikit mundur. Di sini ada tiga sesi ujian” katanya.

Disinggung tentang penyebab korsleting, Musleyanto mengatakan kabel utama bertegangan tinggi yang bersinggungan langsung dengan listrik PLN tiba-tiba terkelupas sebelum terjadi korsleting. Perbaikan korsleting tersebut harus menunggu pegawai dari PLN.

“Kabel itu berhubungan langsung dengan PLN. Kami tak berani mengutak-atik. Solusi kami menggunakan genset,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, sebanyak 17.433 siswa dari 65 SMP negeri dan 48 SMP swasta di Klaten mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK), Senin-Kamis (22-25/4/2019).

Sedangkan 18.837 siswa mengikuti ujian sekolah berstandar nasional (USBN) di 704 SD negeri, 77 SD swasta, dan 80 madrasah Ibtidaiah (MI), Senin-Rabu (22-24/4/2019).