Pencoblosan Pilpres 2019 di TPS 13 Kebondalem Lor Klaten Diulang

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
23 April 2019 20:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 13 Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan, Klaten, bakal diulang. Hal itu lantaran ada warga luar daerah yang mencoblos di TPS itu padahal tak mengantongi form A5 atau surat keterangan pindah memilih.

Pemungutan suara ulang dilakukan setelah ada pencoblos yang tidak terdaftar dalam DPT maupun DPTb menggunakan hak pilih di TPS tersebut pada Rabu (17/4/2019) lalu. Saat mencoblos, warga luar daerah itu hanya menggunakan KTP tanpa disertai A5.

Adanya warga luar daerah yang ikut mencoblos di TPS 13 Kebondalem Lor diketahui saat penghitungan suara tingkat kecamatan, Senin (22/4/2019).

Saat itu, panitia pemilihan kecamatan (PPK) mengecek kelengkapan administrasi dan menemukan kejanggalan soal warga yang menggunakan hak pilh mereka di TPS 13 Kebondalem Lor. Dari hasil pengecekan, ada delapan warga luar daerah yang ikut mencoblos tanpa membawa A5.

Anggota Divisi Pemutakhiran Daftar Pemilih PPK Prambanan, Nurdin Isnanto, mengatakan ada 11 warga yang tak masuk DPT TPS 13 Kebondalem Lor menggunakan hak pilih mereka setelah pukul 12.00 WIB.

Tiga orang tercatat sebagai warga setempat namun belum terdaftar dalam DPT. Sementara delapan orang merupakan warga luar daerah yang selama ini tinggal di Desa Kebondalem Lor.

Oleh petugas KPPS, 11 orang tersebut dimasukkan dalam daftar pemilih khusus (DPK). “Ketiga orang penduduk setempat mencoblos untuk lima surat suara. Sementara delapan orang mencoblos satu surat suara untuk Pilpres karena warga luar daerah,” kata Nurdin saat ditemui di kantor Kecamatan Prambanan, Selasa (23/4/2019).

Untuk memastikan delapan warga itu berasal dari luar daerah, petugas PPK mengecek NIK mereka. Dari hasil pengecekan tersebut petugas memastikan delapan warga tersebut berasal dari wilayah lain seperti Tangerang dan Jakarta.

“Satu NIK tidak terlacak karena masih menggunakan KTP lama,” katanya.

Warga yang mencoblos di luar TPS tempat warga itu terdaftar dalam DPT harus mengurus A5. Form A5 ditunjukkan kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS tempat warga itu menggunakan hak pilih.

“Kalaupun surat A5 ketinggalan, mereka bisa menunjukkan KTP dan petugas bisa mengecek apakah mereka sudah masuk dalam DPTb atau tidak,” jelas dia.

Nurdin mengatakan ada 204 pemilih yang masuk DPT di TPS 13 Kebondalem Lor. Sementara warga yang menggunakan hak pilih tercatat sebanyak 195 orang.

“Setelah ada permasalahan itu akhirnya penghitungan di tingkat kecamatan untuk TPS 13 Kebondalem Lor ditunda. Sementara penghitungan untuk TPS lainnya tetap dilanjutkan,” jelas dia.

Sekretaris PPK Prambanan, Joko Rukminto, menuturkan sudah ada koordinasi untuk menindaklanjuti temuan itu pada Senin malam dengan KPU dan Bawaslu. Dari hasil koordinasi diputuskan digelar pemungutan suara ulang.

Pemungutan suara ulang hanya untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) lantaran delapan warga luar daerah itu hanya diberikan surat suara Pilpres saat mencoblos di TPS 13 Kebondalem Lor.

“Pemungutan suara ulang di TPS 13 Kebondalem Lor dijadwalkan pada Sabtu [27/4/2019] dan waktunya mulai pukul 07.00 WIB. Kami sudah koordinasi dengan KPU soal logistik untuk pemungutan suara ulang,” katanya.

Joko menjelaskan dari hasil konfirmasi, KPPS kurang memahami aturan terkait warga yang menggunakan hak pilih di luar TPS. “Disangkanya warga luar daerah itu bisa mencoblos hanya menggunakan KTP dan masuk dalam DPT seperti saat pilgub. Tetapi, aturannya kan mereka harus mengurus surat A5,” katanya.

Ketua Bawaslu Klaten, Arif Fatkhurrahman, membenarkan sudah merekomendasiken ke KPU agar pemungutan suara di TPS 13 Desa Kebondalem Lor diulang lantaran warga luar daerah dimasukkan DPK.

“Mereka yang masuk DPK itu kan seharusnya warga setempat namun belum masuk dalam DPT. Sementara di TPS tersebut warga luar daerah dimasukkan dalam DPK. Kami sudah mengirimkan rekomendasi ke KPU dan batas waktu untuk melaksanakan pemungutan suara ulang itu Sabtu [27/4/2019],” kata Arif.