Petugas Penyelenggara Pemilu di Karanganyar Yang Meninggal Jadi 3 Orang

Pelayat berdoa di samping peti jenazah Ketua PPK Tasikmadu, Sapto Nugroho, 59, di rumah duka, Rabu (24/4/2019). (Solopos - Sri Sumi Handayani)
24 April 2019 15:15 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Jumlah petugas petugas penyelenggara Pemilu 2019 di Karanganyar yang meninggal dunia diduga akibat kelelahan seusai menjalankan tugas bertambah jadi tiga orang.

Ketua PPK Tasikmadu, Sapto Nugroho, 59, meninggal pada Selasa (23/4/2019) sedangkan anggota KPPS TPS 017 Desa Jati, Kecamatan Jaten, Albertus Tri Nugroho, 59, meninggal pada Rabu (24/4/2019). 

Sebelumnya, satu petugas ketertiban di TPS 017 Dusun Jati, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar, Suharto, 50, meninggal pada Rabu (17/4/2019) malam. Suharto meninggal akibat terjatuh dari motor saat perjalanan pulang ke rumahnya sesuai bertugas di TPS.

Ketua PPK Tasikmadu, Sapto Nugroho, 59, meninggal di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar pada Selasa (23/4/2019) pukul 23.50 WIB. Sapto meninggalkan istri, Yuli Ambarwati, dan seorang anak.

Rumah duka di Dusun/Desa Ngijo, RT 001/RW 001, Kecamatan Tasikmadu. Jenazah Sapto dimakamkan pada Rabu (24/4/2019) pukul 11.00 WIB di permakaman umum Wismoloyo Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu.

Kakak kandung Sapto, Joko Prasetyo, dan keponakan Sapto, Eko Hari Purnomo, yang ditemui Solopos.com di rumah duka, Rabu, menceritakan Sapto masuk ICU RS PKU Muhammadiyah Karanganyar, Kamis (18/4/2019) pukul 07.00 WIB atau satu hari setelah pemungutan suara Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019).

Dia dirawat di ICU selama dua hari. Setelah itu rumah sakit mengizinkan Sapto pindah ke bangsal. "Masuk ICU lagi [Selasa] tetapi meninggal pukul 23.50 WIB," kata Eko.

Eko menambahkan menurut keluarga, Sapto menunjukkan gajala sakit asam lambung sejak dua atau tiga bulan lalu. Dia juga mengeluh sering mudah lelah.

"Setahu saya ikut banyak aktivitas di kecamatan. Beliau aktif dan semangat. Pekerjaan sehari-hari itu wiraswasta macam-macam, seperti percetakan, koperasi di kecamatan itu. Tetapi selama pemilu, beliau fokus pemilu. Jadi mungkin kelelahan di situ. Sepertinya sudah kali ketiga ikut kepanitiaan penyelenggaraan pemilu."

Sementara itu, anggota KPPS TPS 017 Desa Jati, Jaten, Albertus Tri Nugroho, 59, meninggal pada Rabu (24/4/2019) pukul 05.10 WIB. Tri akan dimakamkan di Karangsono Desa Jati, Kecamatan Jaten pada Rabu pukul 14.00 WIB.

Tri meninggalkan istri F. Kristini Ekowati, tiga anak serta seorang cucu. Ketua PPK Jaten, Sumaryanto Dwi Atmono, mengungkapkan menurut cerita kerabat Tri, Tri mengonsumsi vitamin sejak satu bulan lalu atau sebelum pemilu. Hal itu sebagai upaya Tri mempersiapkan kesehatan menjelang pemilu.

Tetapi Tuhan berkehendak lain. Tri mengeluh sakit kepada rekan-rekannya saat hari H pemilu. "Cerita kerabat, Rabu pagi tadi antar anak sekolah sampai depan rumah. Dia bilang ke istri mau tidur," ujar dia.

Tidak berapa lama, istrinya mendengar suara mengorok. Dia mengecek ke kamar Tri. "Saya berharap duka ini cukup sampai di sini. Mari saling mengingatkan dan memberi kekuatan. Kami bekerja semaksimal mungkin tetapi tetap memperhatikan kesehatan. Tetap bekerja sesuai target tetapi enggak ngoyo," ujar dia.