9 PPK di Wonogiri Harus Menghitung Ulang Perolehan Suara

Ilustrasi pemungutan suara Pemilu 2019. (Instagram/kpu_ri)
24 April 2019 13:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Sembilan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Wonogiri harus mengulang penghitungan suara selama proses rekapitulasi Senin-Rabu (22-24/4/2019).

Hal itu lantaran petugas menemukan ketidaksesuaian data di formulir C1 berhologram dengan plano. Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Wonogiri, Ali Mahbub, kepada Solopos.com, Rabu (24/4/2019), menyampaikan penghitungan ulang dilakukan berdasar rekomendasi Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam).

Petugas mengulang penghitungan hanya pada komponen pemilihan anggota legislatif (pileg). Langkah itu harus ditempuh karena saat pencocokan data pada formulir C1 berhologram dengan plano, petugas menemukan ketidaksesuaian.

Setelah perolehan suara dihitung ulang, petugas menemukan penyebab data tidak sesuai, yakni karena perolehan suara caleg dimasukkan di perolehan suara partai saat penghitungan di tingkat TPS.

“Mungkin saat itu petugas KPPS lelah atau bagaimana sehingga tidak fokus,” kata Ali.

Dia mencatat penghitungan ulang terjadi di PPK Wonogiri (penghitungan ulang akibat ketidakcocokan data perolehan suara di TPS 3 Desa Sendang), PPK Jatisrono (TPS 8 Desa Gunungsari), PPK Jatipurno (TPS 4 Desa Giriyoso), dan PPK Girimarto (TPS 3, 9, dan 11 Desa Tambak Merang).

Selain itu juga PPK Sidoharjo (TPS 15 Kelurahan Sidoharjo), PPK Ermoko (TPS 11 Desa Eromoko), dan PPK Tirtomoyo (TPS 10 Desa Hargosari).

Ali melanjutkan setelah penghitungan suara ulang dilakukan dan masalah dapat dipecahkan, data dapat diperbaiki atau disesuaikan sebagaimana mestinya. Setelah masalah rampung rekapitulasi dapat dilanjutkan.

Saat ini panwas di sejumlah kecamatan masih mengawasi proses rekapitulasi di sejumlah PPK yang belum menyelesaikan tahap tersebut. Ali berharap tidak ada lagi PPK yang mengulang penghitungan supaya proses rekapitulasi cepat rampung.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri, Toto Sih Setyo Adi, menilai kekeliruan tersebut wajar terjadi. Petugas KPPS keliru memasukkan data kemungkinan besar karena lelah sehingga tidak fokus.

Toto dapat memaklumi hal itu karena kerja mereka sangat berat. Toto menyebut penghitungan ulang hanya terjadi di sebagian kecil PPK. Mayoritas data sudah sesuai. Bahkan, belasan PPK sudah menyelesaikan rekapitulasi.

“Wajar itu karena petugas KPPS kecapaian, jadinya kurang konsentrasi. Bayangkan saja, mereka bekerja dari pagi hingga pukul 03.00 WIB atau 04.00 WIB. Itu pun belum termasuk menyalin data. Setelah diketahui ada ketidakcocokan data bisa langsung diperbaiki. Proses itu berlangsung atas pengawasan panwascam, saksi, dan PPK. Semua sudah sesuai prosedur,” ulas Toto.