Tersangka Pembunuh Caleg Golkar Sragen di Wonogiri Seorang Calon Doktor

Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati (tiga dari kiri), merilis kasus pembunuhan Sugimin dengan tersangka Nurhayati Kustanti di Aula Mapolres Wonogiri, kawasan kota Wonogiri, Rabu (24/4/2019). (Solopos - Rudi Hartono)
24 April 2019 18:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Polres Wonogiri merilis kasus pembunuhan calon anggota legislatif (caleg) DPRD Sragen dari Partai Golkar Sugimin di Mapolres setempat, Rabu (24/4/2019).

Banyak fakta baru terungkap dalam rilis kasus yang menghadirkan tersangka, Nurhayati Kustanti, 41, (sebelumnya disebut dengan inisial N) serta barang bukti kasus pembunuhan yang terjadi menjelang pemungutan suara Pemilu 2019, pekan lalu itu.

Dalam rilis tersebut terungkap Nurhayati yang tinggal di Lingkungan Gunung Kukusan RT 002/RW 009, Kelurahan Giriwono, Kecamatan Wonogiri, itu merupakan seorang dosen aktif di Universitas Kahuripan Kediri.

Dia bergelar Magister Pertanian (S2) dan saat ini sedang menyelesaikan program doktoral (S3) Pertanian di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Solopos.com sempat mengecek laman https://forlap.ristekdikti.go.id di bagian pangkalan data pendidikan tinggi ada nama Nurhayati Kustanti dengan keterangan dosen Program Studi Agroteknologi Universitas Kahuripan Kediri.

Dalam laman itu juga tertulis Nurhayati merupakan dosen tetap dan berstatus aktif. Di bagian kolom riwayat pendidikan, Nurhayati tercatat lulus S1 di perguruan tinggi ternama di Bogor pada 2002. Sedangkan pendidikan S2 ditempuh di UNS Solo dan lulus pada 2004.

Dalam gelar tersangka dan barang bukti yang dipimpin Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, di Aula Mapolres Wonogiri, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, Rabu itu, Nurhayati dihadirkan selaku tersangka beserta sejumlah barang bukti.

Namun, dari awal hingga akhir gelar tersangka yang dihadiri wartawan dari berbagai media elektronik, cetak, dan online nasional dan lokal itu, Nurhayati diam seribu bahasa. Dia mengenakan kerudung merah dan mengenakan masker.

Kepalanya selalu tertunduk. Dia pun menyatakan tak ingin memberi pernyataan apa pun kepada media setelah wartawan meminta konfirmasinya.