Sebelum Dibunuh Caleg Golkar Sragen Minta Rp750 Juta ke Nurhayati, Untuk Apa?

Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati (tiga dari kiri), merilis kasus pembunuhan Sugimin dengan tersangka Nurhayati Kustanti di Aula Mapolres Wonogiri, kawasan kota Wonogiri, Rabu (24/4/2019). (Solopos - Rudi Hartono)
24 April 2019 18:35 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Tersangka pembunuh calon anggota legislatif (caleg) DPRD Sragen dari Partai Golkar Sugimin, Nurhayati Kustanti, mengaku terpaksa membunuh warga Masaran, Sragen, itu karena terus ditekan agar menyiapkan uang Rp750 juta.

Sugimin meminta Nurhayati siapkan 15.000 lembar amplop masing-masing diisi Rp50.000. Total uang yang diminta Rp750 juta. Uang itu untuk keperluan pemilu legislatif.

Hal itu terungkap saat rilis tersangka dan barang bukti kasus tersebut di Mapolres Wonogiri, Rabu (24/4/2019). Pada jumpa pers itu, Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, mengungkapkan Nurhayati membunuh Sugimin karena merasa terus ditekan untuk menyiapkan uang senilai Rp750 juta. 

Jika tak memenuhinya, Sugimin mengancam akan menculik anak Nurhayati yang berusia delapan tahun. Sugimin meminta uang itu untuk memenuhi kebutuhannya dalam kontestasi memperebutkan kursi di DPRD Sragen. 

Nurhayati sulit memenuhi permintaan Sugimin karena nilainya cukup besar. Namun, Sugimin terus menekan agar Nurhayati segera memenuhinya. Sugimin meminta uang tak hanya sekali. Sebelumnya, Sugimin meminta uang Rp10 juta.

“Pada Kamis, 11 April, kebetulan korban datang ke rumah tersangka dalam kondisi diare. Lalu tersangka punya ide membunuh korban dengan racun yang diletakkan dalam kapsul obat diare merek Diapet. Total ada empat kapsul berisi racun tikus yang diminumkan kepada korban,” kata Kapolres didampingi Kasatreskrim, AKP Aditia Mulya Ramdhani, yang juga hadir dalam rilis kasus itu.

Sebagaimana diinformasikan, Sugimin diberi racun hingga tiga kali oleh Nurhayati selama lima hari mereka bersama. Pada pemberian racun yang pertama dan kedua, Nurhayati membawa Sugimin ke rumah sakit untuk diobati. 

Kali terakhir, Sugimin juga dibawa ke rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia pada Selasa (16/4/2019) dini hari.