Terungkap, Mugiono Yang Bawa Caleg Sragen Sugimin Ke RS Ternyata Ayah Nurhayati

Petugas RSUD Wonogiri mengusung jenazah Sugimin, caleg Partai Golkar Sragen, ke mobil ambulans untuk dibawa ke RSUD dr. Moewardi Solo, Selasa (16/4/2019). (Solopos - Rudi Hartono)
24 April 2019 20:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Dalam rangkaian kronologi kasus pembunuhan calon anggota legislatif (caleg) DPRD Sragen dari Partai Golkar, Sugimin, ada nama Mugiono.

Awalnya Mugiono diketahui sebagai warga pemilik toko di ruko tempat Sugimin dikabarkan ditemukan dalam kondisi sakit, Senin (15/4/2019) malam, sebelum dibawa ke RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri dan meninggal pada Selasa (16/4/2019) dini hari.

Belakangan terungkap cerita penemuan Sugimin dalam kondisi sakit di ruko dekat SMPN 1 Wonogiri wilayah Giritirto, Wonogiri, itu ternyata hanya rekayasa. Tersangka pembunuh Sugimin, Nurhayati Kustanti, meminta Mugiono untuk mengarang cerita tersebut guna menutupi perbuatannya membunuh Sugimin.

Dalam rilis kasus yang digelar Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Widayati di Mapolres Wonogiri, Rabu (24/4/2019), juga terungkap Mugiono ternyata adalah ayah Nurhayati.

Jadi, pada Senin (15/4/2019) malam setelah Nurhayati meracuni Sugimin untuk kali ketiga hingga tak sadarkan diri, Nurhayati menelepon ayahnya itu untuk membawa Sugimin ke rumah sakit.

Mugiono menyanggupi permintaan itu dan bersama Nurwanto, suami Nurhayati, kemudian membawa Sugimin ke RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, Selasa (16/4/2018) pukul 01.30 WIB. Saat itu, Nurhayati juga turut mendampingi mereka.

Saat ini, status Nurwanto dan Mugiono masih sebagai saksi. Polisi tidak menjawab secara jelas soal kemungkinan keduanya juga menjadi tersangka karena membantu Nurhayati dalam kasus pembunuhan itu.

Polisi mengatakan masih fokus menangani perkara utama. Berdasar penyidikan, Nurwanto mengetahui istrinya memberi racun tikus kepada Sugimin setelah Nurhayati memberi racun tikus kali pertama.

Saat itu Nurhayati memberi tahu Nurwanto. Setelah itu Nurwanto juga tak menyarankan Nurhayati agar Sugimin dipulangkan ke rumahnya di Sragen. Nurwanto tak ingin terlibat urusan apa pun dengan Nurhayati. Seperti diketahui, Nurhayati memberi racun sebanyak tiga kali.

“Hasil labfor [laboratorium forensik] menyebutkan darah korban mengandung racun pestisida dengan zat aktif kimia aldicarb [zat yang terkandung pada racun tikus]. Kandungan itu yang membuat korban meninggal dunia. Hasil ini memperkuat pembuktian korban dibunuh menggunakan racun,” imbuh Kapolres.

Sementara itu, pengacara Nurhayati, Leonardus, yang turut hadir dalam gelar tersangka dan barang bukti itu, mengatakan kliennya saat ini depresi, tetapi tak sampai mencoba bunuh diri seperti yang diberitakan di media.

Nurhayati depresi karena merasa pendidikan tinggi yang telah dicapainya selama ini sia-sia. Dimintai konfirmasi ihwal hubungan Nurwanto dan Mugiono dengan Nurhayati, pengacara yang biasa disapa Leo itu tak memungkiri Nurwanto merupakan suami dan Mugiono orang tua Nurhayati.