Evaluasi UNBK SMA, Pasokan Listrik Jadi Kendala, Genset Wajib Ada

Ilustrasi UNBK SMA. (Dok)
25 April 2019 03:00 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Komisi E DPRD Jawa Tengah (Jateng) mendorong semua SMA/MA/SMK memiliki genset. Berdasarkan hasil evaluasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA/MA/SMK, pasokan listrik masih menjadi persoalan.

“Beberapa sekolah penyelenggara UNBK yang belum memiliki genset harus terus diupayakan,” kata anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh. Zen, Selasa (23/4/2019).

Genset menjadi sarana penunjang untuk kelancaran UNBK, selain fasilitas komputer dan jaringan Internet yang memadai. Genset dapat membantu ketika jaringan listrik bermasalah.

Genset tetap diperlukan meski Perusahaan Listrik Negara (PLN) bisa menjamin jaringan listrik aman selama proses UNBK. Namun terkadang, kata dia, ada faktor lain yang menyebabkan gangguan listrik. Seperti kejadian UNBK di SMKN 6 Sukoharjo lalu.

Sekolah tersebut sempat mengalami kendala teknis karena listrik padam. Pemadaman listrik yang disebabkan kerusakan trafo saat hujan lebat disertai angin kencang itu mengakibatkan 71 siswa terpaksa ikut ujian susulan.

“Kejadian ini menjadi pembelajaran bahwa genset mutlak diperlukan untuk mengantisipasi gangguan pasokan listrik. Saya sudah ingatkan sekolah penyelengara UNBK harus selalu mengecek kesiapan server, jaringan Internet, dan komputer yang akan digunakan. Sekolah juga harus menyiapkan genset sebagai antisipasi jika aliran listrik padam” ujarnya.

Menurutnya, belum semua SMA, MA, dan SMK di Cabang Dinas Wilayah VII memiliki genset. Tahun depan ia berharap semua sekolah dapat menganggarkan pengadaan genset melalui dana pemerintah atau dana bantuan operasional sekolah (BOS). “Saya harap kejadian pada tahun ini tidak terjadi kembali pada pelaksanaan UNBK tahun depan,” kata dia.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Solo dan Sukoharjo, Suyanta, menambahkan disiplin peserta UNBK juga perlu ditingkatkan. Ia masih menemukan siswa yang hadir di sekolah hanya beberapa menit sebelum ujian dimulai. Padahal, semua peserta UNBK harus hadir setengah jam sebelum ujian dimulai. “Kami minta guru untuk menyemangati lagi para siswa supaya datang tepat waktu,” kata dia.