Gagal Ke DPRD, Supriyanto Demokrat Solo Siap Nyalon Wali Kota

Supriyanto (tengah), Ketua DPC Partai Demokrat Solo. (Solopos - Dok)
25 April 2019 18:35 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Ketua DPC Partai Demokrat Solo, Supriyanto, menjadi salah satu calon anggota legislatif (caleg) petahana yang gagal mempertahankan kursinya di DPRD Solo pada Pemilu 2019.

Kendati demikian, Supriyanto tak patah semangat. Supriyanto siap membuka peluang maju sebagai calon Wali Kota Solo lewat jalur independen. Dia mengaku sudah berbicara dengan beberapa kolega dan pendukungnya ihwal rencana maju dalam Pilkada Solo 2020.

Sementara ini, Supriyanto mengaku akan fokus lebih dulu pada evaluasi internal terkait tumbangnya seluruh caleg Partai Demokrat di Pemilu Legislatif Kota Solo. Evaluasi itu untuk menentukan langkah atau strategi politik ke depan.

Caleg di Dapil III Solo tersebut mengaku sudah optimal dalam pertarungan Pemilu Legislatif 2019. Politikus kawakan yang dikenal vokal tersebut mengaku khawatir dengan komposisi DPRD Solo yang sangat didominasi legislator PDIP.

”Rencana saya setelah purna tugas nanti tetap di politik, dan mengurus rumah indekos di samping rumah. Ada juga beberapa kolega yang menawari saya untuk bergabung di bisnis mereka. Ada yang di Jakarta, Semarang, dan Solo,” kata dia, Kamis (25/4/2019).

Perhitungan sementara perolehan suara caleg DRD Solo dalam Pemilu Legislatif 2019 menunjukan tumbangnya sejumlah caleh petahana. Kendati tak menduga sebelumnya, mereka mengaku menerima apa pun hasil resmi dari KPU.

Mereka mulai menyusun rencana kegiatan (kesibukan) setelah tak lagi duduk di parlemen. Ketua DPC PPP Solo, Edy Jasmanto salah satunya. Caleg Dapil IV Solo itu berencana kembali ke bisnis yang digelutinya sejak sebelum jadi legislator.

“Kalau memang tidak lolos ya kembali ke habitat. Bisnis saya di bidang kontraktor [proyek], penerbit percetakan, dan properti. Yang namanya pertandingan hanya ada dua kemungkinan, nek ora kalah ya menang,” ujar dia, Kamis.

Edy mengaku siap menerima apa pun hasil perhitungan suara KPU. Baginya setiap jalan akan baik bila dilakoni dengan sungguh-sungguh.

“Nek miturut wong ndesa, nyaleg ki kaya umbul gambar. Miring we ora kanggo,” sambung dia.

Penuturan senada disampaikan caleg petahana PDIP dari Dapil II Solo yang meliputi Kecamatan Laweyan, Kristanto. Setelah diprediksi tidak lolos berdasarkan perhitungan sementara, dia mulai menyusun proyeksi masa depan.

“Saya dulu di proyek, kontraktor. Tapi ya belum tahu nanti bagaimana,” aku dia saat diwawancarai Solopos.com, belum lama ini.

Kristanto mengaku selama menjadi wakil rakyat DPRD Solo belum bisa optimal dalam melayani masyarakat Kota Bengawan. Tapi bila memang dirinya tak terpilih kembali menjadi legislator Solo dia hanya bisa menerima keputusan tersebut.

“Saya kan petugas partai. Ketika nanti sudah jelas semuanya, sudah resmi, ya tentu saja saya harus legawa,” imbuh dia.