DKK Sukoharjo Siagakan Posko Kesehatan di 12 Kecamatan

Mobil ambulans disiagakan di lokasi rekapitulasi penghitungan suara di Kantor Camat Bendosari, Senin (22/4 - 2019). (Solopos/Bony Eko W.)
25 April 2019 05:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO–Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo menyiagakan posko kesehatan di lokasi rekapitulasi penghitungan suara di 12 kecamatan. Posko kesehatan itu disiagakan menyusul banyaknya anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang sakit lantaran kelelahan dan kurang istirahat.

Para anggota PPK bekerja ekstra keras saat proses rekapitulasi penghitungan suara selama lebih dari 12 jam. Mereka menghitung suara untuk setiap tempat pemungutan suara (TPS) mulai pukul 09.00 WIB-22.00 WIB. Bahkan, ada beberapa PPK yang merampungkan penghitungan suara hingga dini hari.

Hal ini menguras tenaga, pikiran dan stamina para anggota PPK. Tak ayal, tak sedikit anggota PPK yang dilarikan ke rumah sakit lantaran kelelahan. “Beberapa anggota PPK Bendosari jatuh pingsan saat proses penghitungan suara. Bayangkan saja bekerja mulai dari pagi hari hingga malam hari setiap hari,” kata Ketua PPK Bendosari, Saridi, saat berbincang dengan Solopos, Senin (22/4/2019).

Padahal, proses rekapitulasi penghitungan suara diperkirakan rampung dalam sepekan mendatang. Selain istirahat cukup, para anggota PPK minum vitamin untuk menjaga daya tahan dan sistem kekebalan atau imunitas tubuh.

Beberapa hari lalu, seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 10 Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Yuli Anisah, meninggal dunia akibat kelelahan saat bekerja selama pelaksanaan pemilu. “Kami tak ingin ada penyelenggara pemilu yang meninggal dunia lantaran kelelahan saat bertugas. Mereka lelah sehingga tak jarak salah menulis data saat penghitungan suara,” ujar dia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan telah berkoordinasi dengan puskesmas di masing-masing kecamatan untuk menyiagakan tim medis dan mobil ambulans di lokasi rekapitulasi penghitungan suara. Apabila ada anggota PPK atau panitia pengawas kecamatan (Panwascam) yang kelelahan dan sakit langsung ditangani tim medis.

Posko kesehatan itu didirikan selama proses rekapitulasi penghitungan suara di tingkat PPK rampung yakni 4 Mei. “Kami baru saja menerima surat rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo ihwal posko kesehatan. Sudah ditindaklanjuti di 12 lokasi rekapitulasi penghitungan suara,” papar dia.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sukoharjo, Bambang Muryanto, menyampaikan konsekuensi pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg) adalah para petugas penyelenggara pemilu kurang istirahat dan kelelahan. Apalagi, banyak anggota KPPS yang meninggal dunia lantaran kelelahan di daerah lainnya. Karena itu, Bawaslu merekomendasikan agar pemerintah mendirikan posko kesehatan di lokasi rekapitulasi penghitungan suara.