PDIP Kehilangan 2 Kursi di DPRD Sukoharjo

Ilustrasi caleg. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
25 April 2019 16:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kehilangan dua kursi di DPRD Sukoharjo pada Pemilu 2019. PDIP diperkirakan hanya akan menduduki 20 kursi, sedangkan pada Pemilu 2014 lalu PDIP memperoleh 22 kursi.

Pada 2014 lalu, partai bergambar banteng moncong putih itu menyumbang lima kursi di daerah pemilihan (dapil) I, empat kursi di dapil II, enam kursi di dapil III, tiga kursi di dapil IV, dan empat kursi di dapil V.

Penurunan perolehan kursi PDIP di DPRD Sukoharjo itu berdasarkan hasil penghitungan suara di internal partai yang mengacu pada salinan formulir C1 pemilih.

“Kami masih menunggu hasil pleno penghitungan suara dari Komisi Pemilihan Umum [KPU] Sukoharjo. Namun, berdasarkan penghitungan suara partai, hanya 20 kursi,” kata Ketua DPC PDIP Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, saat ditemui wartawan, Kamis (25/4/2019).

Wardoyo menyebut sejumlah caleg petahana tumbang lantaran gagal bersaing dengan caleg lainnya dalam kontestasi pemilu. Caleg petahana yang diperkirakan gagal itu tersebar di dapil I, II, III, dan V.

Kendati berkurang, PDIP diperkirakan tetap menguasai perolehan kursi parlemen. “Ada beberapa caleg petahana yang gagal di pemilu. Ada Mbak Dina [K.M.A. Dina Putri Prihatini], Anik [Sri Prapti Mulyani], dan Sriyanto. Ada beberapa caleg lainnya yang juga gagal,” papar dia.

Pada Pemilu 2019, delapan partai politik (parpol) diperkirakan mengisi komposisi anggota DPRD Sukoharjo periode 2019-2024. Selain PDIP, kursi legislatif diisi Partai Golkar, Partai Gerindra, PAN, PKS, PKB, Partai Demokrat, dan Partai Nasdem.

Dari kedelapan partai itu hanya PKS yang mampu menambah kursi secara signifikan dari satu kursi menjadi lima kursi. Masing-masing dapil di Kabupaten Jamu menyumbang satu kursi untuk PKS.

“Caleg yang memperoleh lebih dari 1.000 suara sekitar 15 orang. Ini membuktikan setiap caleg benar-benar bekerja saat masa kampanye,” kata Ketua DPD PKS Sukoharjo, Ari Sarwanto.

Ari tak memungkiri tren penurunan perolehan kursi legislatif PKS dimulai sejak 2004. Kala itu, PKS mampu meraih lima kursi. Kemudian, hanya memperoleh empat kursi pada Pemilu 2009.

Sementara pada 2014, jumlah kursi legislatif yang diraih hanya satu kursi. Kondisi ini dipengaruhi citra partai yang kian diterima di berbagai elemen masyarakat.

Selama setahun terakhir, PKS jarang diterpa kasus hukum atau internal partai yang bisa meruntuhkan kepercayaan masyarakat. “Tak hanya itu, para caleg merangkul komunitas pengajian dan masyarakat di setiap kecamatan. Mereka juga memiliki program kerja yang konkret untuk masyarakat,” kata dia.