Barang Langka, Harga Bawang Putih Di Sragen Capai Rp51.000/Kg

Seorang pedagang di Pasar Bunder memipil bawang putih di sela-sela kesibukannya berjualan, Rabu (24/4/2019). (Solopos - Moh. Khodiq Duhri)
25 April 2019 04:00 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Harga komoditas bawang putih jenis pipil atau cutting di Pasar Bunder Sragen terus merangkak naik. Bulan lalu, harga komoditas ini berada di kisaran Rp32.000-Rp35.000/kg, kini sudah mencapai Rp50.000-Rp51.000/kg, tergantung ukuran.

Nardi, 38, pedagang asal Purwodadi di Pasar Bunder, mengatakan kenaikan harga bawang putih jenis cutting tersebut dilatarbelakangi semakin langkanya komoditas ini di pasaran. 

“Informasi yang kami dapat dari tengkulak, mereka kesulitan mendapatkan bawang putih karena petani belum panen. Petani baru bisa panen sekitar Juli nanti. Mau tidak mau, tengkulak harus mendatangkan bawang putih dari berbagai daerah untuk dipasok ke pasar-pasar tradisional di Soloraya,” jelas Nardi kala berbincang dengan Solopos.com di lokasi, Rabu (24/4/2019).

Lantaran sulit didapat, para pedagang kerap mendapat tawaran bawang putih cincau atau belum dipipil dengan kualitas buruk. Pada bagian ujung dari bawang putih itu biasanya sudah tumbuh daun sehingga mempengaruhi rasanya. 

“Memang bawang putih yang sudah tumbuh daun itu lebih murah, tapi kualitasnya tidak bagus. Karena sudah pasti tidak laku, kami tidak jadi membeli bawang putih itu dari tengkulak,” ucap Nardi.

Sugiarti, 40, pedagang asal Ngrampal, mengatakan dibandingkan komoditas lain, hanya bawang putih jenis cutting yang harganya terus merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir. Bulan lalu, kata dia, harga bawang putih jenis cutting bahkan masih di kisaran Rp32.000/kg. 

Dalam dua hari terakhir, harga bawang putih jenis cutting merangkak dari Rp48.000/kg menjadi Rp50.000-51.000/kg. “Untuk bawang putih cincau harganya tetap di angka Rp42.000/kg. Sementara harga bawang merah relatif stabil di angka 35.000/kg,” paparnya.

Hartini, 45, pedagang asal Mojomulyo, mengatakan harga bawang putih jenis cutting kemungkinan akan terus naik hingga mendekati Lebaran. Dia menganggap kenaikan harga bawang putih jenis cutting itu merupakan hal yang wajar karena komoditas ini terbilang langka di pasaran. 

“Karena banyak petani belum bisa panen ya wajar kalau harganya naik. Pada saat panen tiba, pasokan bawang putih melimpah sehingga harganya malah anjlok di kisaran Rp15.000/kg. Sekarang harga bawang putih memang naik, tapi tidak mempengarungi minat pembeli. Pelanggan saya tetap datang untuk membeli bawang putih itu,” ucapnya.