1 KPPS dan 1 Linmas Meninggal di Klaten, 4 Pengawas Pemilu Opname

Ilustrasi TPS Pemilu (Solopos - Whisnupaksa)
25 April 2019 11:40 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Ajang pemungutan suara Pemilu 2019 yang telah berlangsung pada 17 April lalu menyisakan banyak cerita. Di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sejumlah petugas yang terlibat dalam penyelenggaraan serta pengawas pemilu dilaporkan mengalami musibah.

Selain keguguran, ada petugas pemilu meninggal dunia. Di Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Klaten, seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Suratno, 58, meninggal dunia setelah dirawat beberapa hari di RSD Bagas Waras Klaten, Rabu (24/4/2019).

Warga Dukuh Pundungrejo yang tersebut bertugas di TPS 02 Desa Jarum itu juga merupakan perangkat Desa Jarum yang menjabat Kaur Umum.

Kaur Keuangan Desa Jarum, Suyanto, mengatakan saat pemungutan suara digelar, Suratno bertugas hingga proses penghitungan suara, Rabu (17/4/2019). Lantaran kelelahan, Suratno terjatuh dan kakinya terbentur pintu saat penghitungan suara. Suratno lantas dilarikan ke RSD Bagas Waras Klaten.

“Pagi hari setelah pecoblosan pulang. Namun, dia tidak ngantor ke balai desa karena bengkak pada kakinya terus membesar,” tutur Suyanto saat dihubungi solopos.com, Rabu (24/4/2019). Suratno lantas kembali dilarikan ke RSD Bagas Waras. Setelah mendapatkan perawatan selama tiga hari, Suratno meninggal dunia pada Rabu pukul 04.00 WIB.

Camat Bayat, Edy Purnomo, mengatakan berdasarkan informasi yang diperolehnya, Suratno memiliki riwayat sakit gula. Ia menjelaskan sudah berkoordinasi dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bayat dan segera melaporkan meninggalnya Suratno sebagai anggota KPPS ke KPU Klaten.

Ketua KPU Klaten, Kartika Sari Handayani, mengatakan pihaknya mengecek ke PPK Bayat terkait anggota KPPS yang meninggal dunia setelah bertugas.

Selama tahapan Pemilu 2019, KPU Klaten melaporkan dua petugas penyelenggara pemilu ke KPU yang mengalami musibah. Yakni anggota PPK Jatinom bernama Wiwid Wijayanti yang mengalami keguguran saat proses distribusi logistik. Kala itu,  Wiwid hamil sekitar enam bulan.

Petugas lain yakni seorang anggota linmas Desa Mutihan, Kecamatan Gantiwarno, Tukijo, 70, meninggal dunia saat membantu pengamanan Pemilu di salah satu TPS Desa Mutihan.

“Sebenarnya sebelum bertugas linmas tersebut sudah sakit dan baru sembuh. Saat mau bertugas kembali sudah ditawarkan untuk diganti orang lain namun tidak mau. Dia meninggal dunia setelah kelelahan,” kata Kartika.

Sementara itu, Bawaslu Klaten mendata ada 14 musibah yang dialami petugas pengawas dari tingkat TPS hingga kecamatan. Musibah yang dialami beragam seperti sakit, pingsan, serta kecelakaan saat bertugas melakukan pengawasan. Sekitar empat pengawas harus menjalani rawat inap di fasilitas kesehatan.

Ketua Bawaslu Klaten, Arif Fatkhurrahman, mengatakan para pengawas kelelahan. Ia menjelaskan para pengawas pemilu gencar bertugas setidaknya sejak masa tenang pada Minggu (14/4/2019) hingga saat ini lantaran mengawasi proses penghitungan suara.

“Pemilu kali ini memang cukup melelahkan karena prosesnya butuh waktu relatif panjang terutama di penghitungan suara. Sementara, jajaran kami sebelumnya banyak kegiatan seperti patroli anti-money politics dan penertiban APK,” tutur dia.