Bunuh Caleg Golkar Sragen, Nurhayati Disebut Punya Kepribadian Psikopatik

Nurhayati (Istimewa)
25 April 2019 17:35 WIB Iskandar Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Nurhayati Kustanti, 41, yang menjadi tersangka pembunuh calon anggota legislatif (caleg) DPRD Sragen Sugimin di Wonogiri disebut memiliki kepribadian psikopatik.

Hal itu diungkapkan dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Saleh “Sony” Amini, saat diwawancarai Solopos.com, Kamis (25/4/2019). Sony mendasarkan analisisnya dari cerita-cerita tetangga sekitar tempat tinggal Nurhayati di Purwosari, Wonogiri, yang menyebut perempuan calon doktor itu mempunyai kepribadian tertutup.

Dosen perguruan tinggi swasta di Kediri, Jatim, itu tidak banyak bergaul dengan tetangga. “Tetapi dia telah berani bermain cinta dengan laki-laki lain secara terbuka, walau geleh-geleh [terang-terangan] suaminya masih hidup dan masih bersamanya. Gila kan?” ujar Sony.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, beberapa ciri utama kepribadian psikopatik adalah egois, kurang menghargai perasaan dan hak-hak orang lain, tertutup, antisosial, dan tidak setia. Ditambah sifat manipulatif membentuk kepribadian yang agresif dan bahkan kejam.

Sony mengatakan tingginya pendidikan seseorang tidak menjamin orang itu berkelakuan baik. Tingginya pendidikan juga tidak menjamin seseorang tidak melakukan tindak kriminal.

Menurut dia justru banyak tokoh-tokoh penting di dunia yang berpendidikan tinggi namun perilakunya tak terpuji. Salah satu contoh adalah para koruptor yang selama ini terjerat kasus sering kali dilakukan mereka yang pendidikannya tinggi.

“Menurut saya pembunuhan caleg anggota DPRD yang terjadi di Wonogiri oleh salah satu dosen perguruan tinggi swasta di Jatim itu dilakukan secara cerdik. Pelaku pembunuhan yang juga seorang sarjana pertanian ini menyamarkan racun tikus untuk membunuh dengan dimasukkan ke kemasan kapsul,” ujar dia ketika dihubungi Solopos.com melalui telepon selulernya, Kamis.

Lebih lanjut Sony menjelaskan Nurhayati melakukan pembunuhan karena ada kecenderungan tertekan secara fisik, sosial, dan psikologis. Diduga akibat tekanan-tekanan itu Nurhayati menjadi lepas kontrol.

“Rasa welas asih di jiwanya telah terdegradasi oleh tekanan psikologis dan tekanan sosial yang dialami,” ungkap dia.

Sebagaimana diinformasikan, Nurhayati tega membunuh Sugimin menggunakan racun tikus karena merasa terus ditekan oleh Sugimin untuk memberikan uang senilai Rp750 juta. Sugimin juga mengancam akan menculik anak Nurhayati yang berusia delapan tahun.

Nurhayati terang-terangan menjalin hubungan cinta dengan Sugimin, bahkan menikah siri, tanpa berupaya menyembunyikan dari suaminya. Nurhayati bahkan memberi tahu suaminya, Nurwanto, bahwa ia telah meracuni Sugimin.