Ibunda Nurhayati Tak Kaget Anaknya Jadi Tersangka Pembunuh Caleg Sragen

Nurhayati (Istimewa)
25 April 2019 21:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Ibu kandung Nurhayati Kustanti, Siti Juariyah, mengaku tak kaget saat mendengar informasi anak pertamanya menjadi tersangka pembunuh calon anggota legislatif (caleg) DPRD Sragen dari Partai Golkar, Sugimin.

Siti Juariyah juga tak mau ambil pusing soal Nurhayati. Dosen salah satu universitas di Kediri, Jatim, itu dimintanya menghadapi sendiri masalahnya dan bertanggung jawab atas perbuatannya.

Siti bahkan tak bersedia menjenguk Nurhayati di tahanan karena menganggap calon doktor itu seperti orang lain. Dia tak ingin memikirkan masalah yang dihadapi Nurhayati agar tidak sakit.

Jika bertemu Nurhayati, Siti khawatir sakit jantungnya kambuh dan bisa meninggal di tahanan. “Dari pada saya jantungan dan mati di tahanan,” ucap Siti kepada Solopos.com yang menemuinya di toko pakaian dan sepatu miliknya dekat SMPN 1 Wonogiri, Kamis (25/4/2019).

Siti Juariyah mengaku tak terenyuh hatinya melihat anaknya terlibat kasus pembunuhan. Bagi perempuan berusia 60-70 tahun itu, Nurhayati sudah seperti orang lain lantaran Nurhayati sangat jarang menemuinya sejak lama.

Padahal, anak semata wayang Nurhayati yang kini berusia delapan itu berada dalam asuhan neneknya. Siti merawat cucu perempuannya itu sejak masih bayi.

Sementara Nurhayati selama ini hanya mengirim uang atau susu untuk anaknya itu. Jika ke rumah Siti di Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri, Nurhayati hanya mampir kurang dari 10 menit.

“Hubungan saya dengan Nurhayati jauh, meski sebenarnya dia anak saya. Sejak lulus SMA dia tidak bersama saya. Saat itu dia kuliah di IPB [Institut Pertanian Bogor] dan enggak pernah pulang. Dia sibuk mengurus urusannya sendiri, ya mengajar di kampus di Mataram, kuliah S2, bekerja di Pekan Baru, dan mengajar di kampus di Jawa Timur. Saat dia di Wonogiri pun kami jarang bertemu,” kata Siti.

Nurhayati juga tak pulang saat anaknya yang dititipkan kepada Siti sakit. Peristiwa itu terjadi ketika anak Nurhayati berusia dua tahun.

Setiap Siti menghubungi Nurhayati selalu tidak bisa. Namun, jika Nurhayati menghubungi Siti telepon bisa tersambung.

Setelah semua yang telah terjadi itu, Siti merasa seperti tak memiliki hubungan batin lagi dengan Nurhayati. Tak heran dia tak merasa sedih saat Nurhayati menghadapi kasus pembunuhan. Siti hanya tak menyangka anak yang dahulu disayanginya tega membunuh orang.