Soal HOTS USBN Sulit, Sebelum Menjawab Siswa SD di Solo Ini Selalu Baca Bismillah

ilustrasi Siswa SD. (Dok)
26 April 2019 16:00 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Sejumlah siswa SD/MI yang mengikuti USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) kesulitan mengerjakan soal high order thinking skills (HOTS).  Siswi SDN 2 Serengan, Solo, Mutiara Suci, mengaku membaca Bismillah sebelum memilih jawaban.

Menurut Mutiara Suci, ada 3-8 soal kategori HOTS pada UNBK Bahasa Indonesia. Soal kategori HOTS membutuhkan kejelian dan ketelitian lebih besar ketimbang soal lain.

”Lumayan membingungkan. Pilihan jawaban hampir mirip-mirip, jadi bingung. Saya harus baca bacaan dan soalnya 3-8 kali baru paham maksudnya. Sekolah selalu memberikan penjelasan soal HOTS. Jadi saya sejak USBN hanya pasrah,” tutur dia saat ditemui Solopos.com di gerbang SDN 2 Serengan, Kamis (25/4/2019).

Mutiara mengaku bingung saat menentukan jawaban yang menurutnya tepat. ”Saya sempat ragu-ragu. Ya dibaca verulang-ulang, terus dipahami. Waktu milih jawaban sambil baca Bismilllah,” ujar dia.

Seorang siswa Kelas VI SDN Joyontakan No. 59, Arifin Arafiza, menuturkan 10 soal dari total 45 soal UN pada hari pertama di mata pelajaran Bahasa Indonesia berkategori HOTS.

”Saya menemukan sepuluh soal yang HOTS. Kalau total soalnya 40 dan lima soal uraian. Saya kurang mengerti istilah kata dalam soal,” ujarnya saat ditemui Solopos.com di gerbang SDN Joyontakan, Kamis.

Arifin memberikan gambaran tentang soal berkategori HOTS yang telah dia kerjakan saat USBN. ”Ada bacaan satu paragraf, panjang. Lalu ada soal. Nah disediakan dua jawaban yang mirip benar. Butuh ketelitian saat baca soal dan bacaannya. Saya harus memerhatikan EYD, tanda baca, dan lain-lain,” jelas dia.

Arifin membutuhkan dua hingga tiga kali membaca bacaan dan soal sebelum menyilang jawaban pada lembar jawab kertas yang menurutnya benar. ”Saya butuh 2-3 kali mengulang soal dan bacaan baru paham. Jadi baca soal, baca teks, berulang kali baru ketemu jawaban,” tutur dia.

Guru Kelas VI SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kota Barat, Siti Junaidati, mengaku sering mendapat keluhan dari beberapa siswa saat mengerjakan soal USBN. “Mereka [siswa] kebingungan saat menemukan kosakata yang baru. Beberapa siswa memang dituntut jeli dalam mengerjakan soal USBN,” ujar dia.