Warga Ikuti Sadranan di Pasarean Leluhur Dalem Kartasura Sukoharjo

Warga mengikuti rangkaian acara doa dan tahlil di area Pasarean Leluhur Dalem Kartasura, di kompleks Keraton Kartasura, Sukoharjo, Kamis (25/4 - 2019). Acara tersebut untuk menyambut datangnya Ramadan. (Solopos/M. Ferri S.)
26 April 2019 10:00 WIB Iskandar Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO-Ratusan warga mengikuti acara sadranan di Pasarean Leluhur Dalem Kartasura, di kompleks Keraton Kartasura, Sukoharjo, Kamis (25/4/2019). Kendati demikian, sadranan tahun ini tidak semeriah tahun lalu.

Juru Kunci MakamPasarean Leluhur Dalem Kartasura, di kompleks Keraton Kartasura, Sukoharjo, Surya Lismana, mengatakan acara sadranan di makam tersebut digelar setiap tahun. Sadranan ini dilakukan pada pekan ketiga Ruwah setiap tahun.

“Acara ini juga merupakan kesempatan warga yang mempunyai leluhur atau kerabat yang dimakamkan di sini untuk mengunjunginya. Sebelumnya yaitu pada pagi tadi [kemarin] diadakan acara besik desa [bersih-bersih desa],” ujar dia ketika ditemui wartawan di makam setempat, Kamis (25/4/2019) sore.

Dia mengakui acara sadranan tahun ini tak semeriah tahun lalu karena berdekatan dengan pemilu dan berbagai faktor lainnya. Kendati demikian hal itu tak mengurangi hasrat ratusan warga untuk ziarah ke makam leluhur mereka.

Menurut dia acara sadranan di makam yang sudah menjadi cagar budaya pada 2010 ini adalah pengajian, dzikir dan tahlil. Untuk itu pihaknya menyediakan tempat yang mampu menampung 300 orang yaitu di bangsal Keraton Kartasura.

Dia mengungkapkan mereka yang dimakamkan di makam itu antara lain kerabat Keraton Kasunanan Surakarta, Eyang Panji Mloyomiluhur. Sedangkan yang menjadi ikon dari makam ini adalah Bandara Raden Ayu Sedah Mirah yang merupakan garwa ampil atau selir Paku Buwono IX. Lebih lanjut dia menjelaskan pada acara sadranan ini pihaknya memasang kotak pon untuk dana suka rela. Uang tersebut digunakan untuk pemeliharaan kompleks makam karena dia mengaku tak mendapat kucuran dana dari pihak lain.

“Setiap tamu yang datang kami tarik dana untuk kebersihan makam. Karena dari Kabupaten Sukoharjo dan Keraton [Kasunan] Surakarta sampai saat ini belum memberi dana bantuan,” ungkap Surya yang menjadi juru kunci ke-10 di makam tersebut.

Sementara itu acara tahlilan di bangsal makam kemarin berlangsung khidmad. Ratusan pengunjung yang hadir mendapat tausiyah dari salah satu pemuka agama di lingkungan eks Keraton Kartasura.