Pasutri Sragen Lolos ke Parlemen, Sang Istri Raih Suara Terbanyak Se-Kabupaten

Caleg DPRD Sragen Wulan Purnama Sari (bawa kue ulang tahun) bersama suaminya Untung Wibowo Sukowati (di belakang Wulan) saat kampanye di Lapangan Saradan, Karangmalang, Sragen, September 2018 lalu. (Istimewa - Wulan Purnama Sari)
26 April 2019 20:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Kontestasi memperebutkan kursi parlemen di Pemilu Legislatif 2019 Kabupaten Sragen diikuti dua pasangan suami istri (pasutri). Salah satu pasutri tersebut hampir pasti lolos ke parlemen.

Mereka adalah Untung Wibowo Sukowati, yang tak lain anak mantan Bupati Sragen Untung Wiyono dan adik Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, dan istrinya, Wulan Purnama Sari.

Pasangan Bowo-Wulan sama-sama berangkat dengan kendaraan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Bowo yang juga Ketua DPC PDIP Sragen maju menjadi caleg DPRD Provinsi Jateng di Daerah Pemilihan Jateng VI (Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri) dengan nomor urut 2.

Sementara Wulan maju menjadi caleg DPRD Sragen. Jika Bowo merupakan petahana, Wulan termasuk pendatang baru. Wulan bertarung di Daerah Pemilihan VI (Kedawung, Karangmalang, dan Ngrampal) dengan nomor urut 3.

Meski pendatang baru, Wulan meraih jumlah perolehan suara yang mengejutkan pada Pemilu 2019, yakni 12.090 suara. Perolehan suara ini diklaim sebagai yang terbanyak se-Kabupaten Sragen.

Sedangkan Bowo meraih 135.000 suara di wilayah Sragen. Bowo mengaku belum tahu perolehan suaranya di wilayah Karanganyar dan Wonogiri. Namun, total perolehan suara Bowo di Sragen itu sudah mengungguli caleg DPR dari PDIP yang memiliki basis massa di Sragen, Agustina Wilujeng Pramestuti.

Agustina yang bertarung untuk kursi DPR RI di Dapil Jateng IV diperkirakan memperoleh 108.000-an suara. “Untuk bisa mendapat suara itu, saya selama 4,5 tahun berusaha memenuhi janji kepada masyarakat semaksimal mungkin. Saya juga memberi pengertian kepada masyarakat bahwa lima tahun itu tidak cukup untuk membantu Sragen, khususnya di infrastruktur. Ya, 135.000 sekian suara itu hanya di Sragen,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Jumat (26/4/2019).

Putra mantan Bupati Sragen Untung Wiyono itu hanya mendapat 70.000-an suara di Sragen pada Pemilu Legislatif 2014. Sedangkan total suara di Dapil VI pada 2014 itu mencapai 73.000-an suara.

Artinya, perolehan suara Bowo pada 2019 ini meningkat hampir dua kali lipat. Bowo sering berkampanye bareng istrinya. Sambil mencari dukungan warga, Bowo mengajari istrinya soal politik dan cara menggaet massa.

Kampanye Bersama

Hanya tiga pekan terakhir menjelang pemungutan suara Bowo tak mendampingi istrinya berkampanye. “Tiga pekan terakhir, istri sudah berani bersama teman-teman lainnya untuk berkampanye,” katanya.

Jika kampanye berbarengan, kedua anak Bowo dan Wulan terpaksa dititipkan kepada sang kakek. Bowo-Wulan memiliki dua anak kembar yang bernama Untung Aidan Maheswara Sukawati, 9, dan Untung Adrian Mahawira Sukawati, 9.

Mereka kini duduk di Kelas III SD Muhammadiyah Solo. “Beberapa kali si kembar ngambek tapi sudah bisa dinasihati mamahnya,” kata Bowo.

Wulan pun mengakui suaminya memang tandemnya saat berkampanye merebut kursi legislatif. Selama berkampanye di Dapil Sragen VI, Wulan sering jalan bareng Bowo.

Dia menganggap Bowo seperti mentor politiknya. Selama berkampanye berdua, mereka pernah mengalami masa sulit dan masa senang.

Mereka harus bagi waktu ketika ada agenda yang bersamaan di tempat berbeda. Dia memahami suaminya harus mengurus caleg PDIP lainnya di Sragen yang juga menjadi tandem Bowo.

Ia ingat pernah mendapat kejutan dari massa pendukungnya saat kampanye di lapangan Desa Saradan, Karangmalang, September 2018 lalu. Saat kampanye berdua, Wulan mendapat kejutan kue ulang tahun dari pendukungnya seraya menyanyikan lagu ulang tahun untuknya.

“Ya, tiup lilin, kembang api, dan petasan jadi kemeriahan dalam kejuatan. Mereka bermain reog dan menyanyi lagu ulang tahun buat saya,” katanya.

Sedihnya, Wulan sering kangen dengan kedua anaknya karena hampir setiap hari meninggalkan kedua anaknya. Biasanya Wulan masih menemani kedua anaknya tidur tetapi karena kesibukan kampanye, mereka harus ikut simbah.

“Mereka pasti telepon atau nyariin saya. Saya kasih pengertian, alhamdulillah bisa mengerti walaupun masih suka protes juga,” katanya.

Selain Bowo dan Wulan, ada pasutri dari Partai Demokrat yang maju di Pemilu tahun ini, yakni caleg DPR Joko Saptono dengan nomor urut 2 di Dapil Jateng IV dan istrinya Asita yang maju sebagai caleg DPRD Sragen nomor urut 2 di Dapil Sragen VI.

Kendati pasutri, Joko memilih bagi-bagi tugas untuk menggaet massa. “Saya fokus di Dapil Sragen I-V serta Karanganyar-Wonogiri. Untuk Dapil Sragen VI biar digarap istri bersama timnya. Istri saya itu sudah dua kali nyaleg jadi sudah punya tim. Saya kadang juga menemani istri sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.

Joko dan Asita sering pulang pukul 23.00 WIB atau 24.00 WIB. Mereka tak diprotes anaknya karena anak semata wayangnya sudah lulus SMA. Soal perolehan suara, Joko mengaku belum memantau.

Dia menyerahkan sepenuhnya kepada Komisi Pemulihan Umum (KPU). Sementara untuk suara istrinya, Asita mencapai 2.462 suara yang diyakini bisa menduduki satu kursi Partai Demokrat di Dapil Sragen VI.