Dosen Undip Semarang Ditemukan Meninggal di Exit Tol Colomadu Karanganyar

Ford Everest tempat dosen Undip Semarang, Agung Sudaryono, ditemukan meninggal di exit Tol Colomadu, Ngasem, Colomadu, Karanganyar, Kamis (25/4 - 2019) malam. (Istimewa)
26 April 2019 17:15 WIB Iskandar Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Seorang pria ditemukan tak bernyawa di mobil Ford Everest berpelat nomor D 1348 QS yang terparkir di dekat pintu keluar (exit) tol Colomadu, Ngasem, Karanganyar, Kamis (25/4/2019) malam.

Hasil pemeriksaan aparat Polsek Colomadu, pria tersebut adalah Agung Sudaryono, 56, dosen Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Agung tercatat sebagai warga Jl. Dewi Sartika IV no. 70 RT 002-RW 004, Sukorejo, Gunungpati, Semarang.

Kapolsek Colomadu AKP Sentot Ambarwibowo mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Efendi mengatakan Agung ditemukan oleh warga dalam posisi duduk bersandar di kursi pengemudi dengan tangan memegang kacamata.

“Ketika ditemukan Kamis sekitar pukul 22.00 WIB korban berada di dalam mobil dalam posisi duduk bersandar dan tangannya masih memegang kacamata. Sedangkan HP-nya jatuh di lantai mobil yang mesin dan AC-nya masih menyala,” kata Sentot ketika ditemui wartawan di Colomadu, Jumat (26/4/2019).

MD di colomadu

Jenazah Agung Sudaryono, 56, dosen Undip Semarang, dalam posisi duduk saat ditemukan di exit Tol Colomadu, Ngasem, Colomadu, Karanganyar, Kamis (25/4/2019) malam. (Istimewa)

Sentot yang datang ke lokasi bersama sejumlah petugas dari Polres Karanganyar mengatakan saat itu mobil dalam keadaan terkunci. Petugas harus memecah kaca mobil di bagian penumpang depan untuk membukanya.

Agung telah meninggal dunia saat polisi berhasil masuk ke mobil. Setelah dievakuasi, jenazah Agung sedianya dibawa ke rumah sakit untuk diuotopsi. Namun salah seorang putra Agung yang mengaku berprofesi sebagai dokter dan tiba di tempat setelah dikabari mengatakan tidak perlu autopsi.

“Anaknya memastikan ayahnya meninggal karena sebab yang menurut istilah dia sudden death,” ujar Sentot.

Tiga anak Agung yang datang akhirya langsung meminta izin membawa pulang jenazah ayah mereka ke rumah duka di Semarang. Atas permintaan tersebut kepolisian mengabulkannya setelah putra Agung membuat pernyataan tertulis.

Sentot menceritakan lokasi ditemukannya mobil Agung di pertigaan dekat exit Tol Colomadu merupakan tepi jalan raya Solo-Semarang. Selain ramai arus lalu lintas, di tempat itu biasanya ada beberapa truk parkir.

Kemungkinan karena mesin masih menyala dan pengemudinya duduk bersandar di belakang setir, orang menduga pengemudi sengaja berhenti untuk istirahat. Belakangan baru diketahui setelah ada warga yang curiga mobil yang mesinnya masih menyala itu cukup lama tak beranjak dari tempatnya.

“Saya mengetahui ada kejadian itu karena ada laporan dari warga. Karena itu saya dan anggota langsung ke lokasi untuk mengecek,” kata Sentot.