Ini Satu-satunya Caleg Gerindra yang Diprediksi Dapat Kursi di DPRD Boyolali

Seorang kader membawa bendera Partai Gerindra. (Liputan6.com - JohanTallo)
27 April 2019 08:30 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Perolehan suara Partai Gerindra di Boyolali pada Pemilu 2019 turun drastis.

Tidak hanya perolehan suara untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) di mana capres-cawapres yang diusung Partai Gerindra, Prabowo Subianto-Sandiaga S.Uno, hanya mendapat 13% suara.

Untuk perolehan kursi di DPRD Boyolali pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 juga turut mengikuti. Partai Gerindra diprediksi hanya mendapatkan satu kursi di DPRD Boyolali.

Turun drastis, karena pada Pemilu 2014, partai ini bisa mengantarkan empat calegnya duduk di kursi DPRD.

Keempat wakil rakyat dari Gerindra saat itu adalah Widodo, Adi Maryono, Watiah, dan Tiyono. Mereka maju lagi di pemilu kali ini, namun untuk Tiyono loncat ke PDI Perjuangan.

Dari tiga petahana Gerindra yang tersisa, hanya satu caleg yang diproyeksi berhasil kembali melenggang, yakni Watiah, caleg asal dapil III (Juwangi, Kemusu, Karanggede, Wonosegoro).

Watiah bersama konstituen. (Facebook)

Saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (26/4/2019), Watiah mengonfirmasi hal tersebut. Meski masih berdasarkan hitung cepat internal partai politik, dia optimistis dapat duduk kembali di kursi DPRD.

Dia juga membenarkan bakal menjadi satu-satunya wakil Gerindra yang duduk di kursi DPRD tahun ini. “Semoga aspirasi di tahun 2019 ini hidup kembali agar bisa ngopeni konstituen,” kata Watiah.

Watiah mengungkapkan dalam pemilu tahun ini, sebagian besar suara memang didulang lewat kaum hawa. Namun bukan berarti dia mengkhususkan dukungan hanya pada satu segmen perempuan.

Swing Voter

“Kalau kampanye khusus perempuan tidak ada, semua kampanye melibatkan berbagai kalangan baik laki-laki, perempuan, dan pemilih pemula,” imbuh dia.

Lebih jauh, Watiah mengungkapkan bahwa tahun ini dirinya banyak mendapatkan dukungan dari swing voter maupun pemilih pemula.

“Banyak yang periode lalu tidak mendukung, tahun ini justru mendukung, [pendukung] lama ataupun baru sama-sama kami rawat,” kata dia. Pendukung itu sebagian berasal dari kalangan lokal seperti tetangga dan kerabat.