Jokowi-Ma'ruf Menangi Pencoblosan Ulang Di 2 TPS Klaten

Petugas KPPS 10 Mojayan, Klaten Tengah, menghitung perolehan suara pada penghitungan suara ulang di TPS 10 daerah setempat, Sabtu (27/4/2019). (Solopos - Ponco Suseno)
28 April 2019 12:00 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 01, Joko Widodo (Amin)-Ma'ruf Amin, memenangi pencoblosan ulang di dua tempat pemungutan suara (TPS) wilayah Klaten, Sabtu (27/4/2019).

Pemungutan suara ulang (PSU) Klaten digelar di dua TPS yakni TPS 10 Mojayan, Klaten Tengah, dan TPS 13 Kebondalem Lor, Prambanan. Di TPS 10 Mojayan, Jokowi-Ma'ruf memperoleh 148 suara sedangkan pasangan capres-cawpres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mendapat 30 suara. Jumlah surat suara tidak sah ada lima lembar.  

Jokowi-Ma'ruf juga unggul di TPS 13 Kebondalem Lor dengan 165 suara. Sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 16 suara. Jumlah surat suara tidak sah dua lembar. 

Jumlah partisipasi pemilih pada PSU di dua TPS itu menurun dibandingkan saat pencoblosan serentak 17 April lalu. Jumlah pemilih saat PSU di TPS 10 Mojayan ada 183 orang, sedangkan pada 17 April mencapai 199 orang. 

Di TPS 13 Kebondalem Lor saat PSU ada 183 pemilih yang mencoblos sedangkan pada 17 April ada 195 orang. Menurunnya partisipasi pemilih itu diduga karena banyak pemilih yang sudah kembali ke perantauan saat berlangsung PSU. 

Pantauan Solopos.com, PSU di TPS 10 Mojayan dan TPS 13 di Kebondalem Lor berlangsung kondusif. Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 10 Mojayan dan TPS 13 Kebondalem Lor membuka pencoblosan pukul 07.00 WIB-13.00 WIB. Tahap penghitungan suara dimulai begitu pencoblosan rampung. 

Surat suara yang dihitung kali pertama, yakni surat suara Pilpres 2019. Sepanjang tahapan pencoblosan dan penghitungan suara, terlihat beberapa aparat keamanan tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban (kamtibmas) di Mojayan dan Kebondalem Lor. 

PSU di dua TPS itu harus dilakukan karena kedua TPS itu memperbolehkan pemilih dari luar daerah saat mencoblos tanpa form A5 saat berlangsung Pemilu 2019 serentak, Rabu (17/4/2019) lalu. 

Saat itu, di TPS 10 Mojayan ada dua warga asal Sragen dan Ponorogo yang menyalurkan hak suaranya meski tak mengantongi surat A5. Sedangkan di TPS 13 Kebondalem Lor, ada delapan orang yang memiliki e-KTP Jakarta menyalurkan hak suaranya tanpa dilengkapi surat A5. 

“Secara umum, PSU di Mojayan dan Kebondalem Lor berjalan lancar. Dilihat dari partisipasi pemilih berkurang kemungkinan besar karena ada warga yang sudah kembali ke tanah rantau. Di samping itu, saat ini bukan menjadi hari libur seperti saat Pemilu 2019 serentak beberapa waktu lalu,” kata anggota Komisioner Divisi Perencanaan dan Logistik KPU Jateng, Ikhwanudin, saat ditemui wartawan di TPS 10 Mojayan, Klaten Tengah, Sabtu. 

Lurah Mojayan, Sarwadi, mengatakan sosialisasi adanya PSU di daerahnya sudah dilakukan panitia penyelenggara dan pengawas pemilu di daerahnya. Daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 10 Mojayan mencapai 271 orang. 

Salah satu warga di sekitar TPS 10 Mojayan, Sarjono, 59, mengaku masih semangat memberikan hak suaranya di TPS 10.  “Kebetulan, saya belum kembali ke tanah rantau. Soalnya ada acara nyadran. Kebetulan, saya memperoleh undangan agar mencoblos lagi. Sebagai warga negara yang baik, saya tetap mencoblos dengan pilihan yang sama dengan yang saya pilih pada Rabu lalu,” katanya.