Besok, Bupati Wonogiri Diperiksa Bawaslu Soal Kampanye Camat Purwantoro

Bupati Wonogiri Joko Sutopo. (Solopos - Dok)
28 April 2019 19:15 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Wonogiri berencana memanggil Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, terkait kasus dugaan pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN) oleh Camat Purwantoro, Joko Susilo, Senin (29/4/2019).

Bupati yang akrab disapa Jekek itu diperiksa sebagai saksi. Ketua Bawaslu Wonogiri, Ali Mahbub, mengatakan menurut pertimbangan Bawaslu, kesaksian Bupati Wonogiri penting karena namanya disebut oleh Camat Purwantoro, Joko Susilo, dalam arahan mengandung unsur kampanye yang terekam video beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Bawaslu sudah meminta keterangan tiga camat yakni Camat Selogiri, Camat Wuryantoro, dan Camat Eromoko soal adanya keterlibatan bupati. Ketiganya membantah.

“Semua yang disampaikan terlapor [Joko Susilo] bahwa Bupati ini menitipkan sesuatu ini tidak benar. Kecuali ada pertemuan di The Sunan Hotel Solo pada 6 April. Tapi, tidak menyampaikan seperti itu,” kata Ali saat ditemui Solopos.com di kantornya, Sabtu (27/4).

Ali menerangkan atas pertimbangan itulah, Bawaslu memandang perlu meminta konfirmasi langsung kepada Bupati agar semuanya tuntas. “Bupati akan kami panggil ke sini [Kantor Bawaslu] sebagai saksi,” imbuh dia.

Pemanggilan itu, lanjut Ali, sudah disampaikan kepada Jekek secara lisan melalui telepon. Surat tertulis soal pemanggilan akan dilayangkan Senin karena waktunya sangat mendesak.

”Kalau ini [soal pemanggilan] Bupati secara lisan melalui telepon kooperatif [akan datang]. Surat panggilan akan dikirimkan besok [Senin]. Tapi, sudah ada pemberitahuan lewat telepon,” terang Ali.

Sementara itu Jekek belum merespons saat hendak dimintai konfirmasi Solopos.com terkait rencana pemanggilan oleh Bawaslu itu. Pesan singkat Solopos.com tak dibalas dan telepon tak dijawab.

Sebagaimana diinformasikan, Camat Purwantoro Joko Susilo terekam video memberikan arahan berisi ajakan untuk memilih capres dan caleg tertentu saat berbicara di pertemuan bersama para perangkat desa di Purwantoro, beberapa waktu lalu. Video itu menyebar dan diinvestigasi oleh Bawaslu. Joko Susilo juga sudah dipanggil dan dia tidak membantah isi pembicaraan dalam rekaman video itu.