Bupati Sragen Akui Beda Pandangan dengan Wabup

Bupati Yuni Sukowati dan Wabup Dedy Endriyatno menunjukkan kebersamaan di peresmian Taman Sukowati Sragen, Minggu (28/4 - 2019). (Tri Rahayu)
29 April 2019 16:00 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengakui tak seia sekata dan beda pandangan dengan Wabup Dedy Endriyatno.Namun, Yuni, memastikan kebersamaan dengan Wabup sampai 2021.

Sabtu, 4 Mei 2019, tinggal menghitung hari. Hari itu menjadi menjadi momentum tak terlupakan bagi Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Dedy Endriyatno. Mereka dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sragen pada 4 Mei 2016. Sabtu mendatang, genap tiga tahun mereka memimpin Bumi Sukowati yang terdiri atas 20 kecamatan.

Mereka mulai melangkah menuju tahun keempat. Tahun yang mulai ada geliat persiapan pemilihan kepala daerah (pilkada) karena pada 4 Mei 2021 sudah ada pelantikan untuk sosok Bupati dan Wabup baru di Sragen.

“Ya, 4 Mei saya dilantik dan 4 Mei besok, genap tiga tahun saya memimpin Sragen bersama Mas Wabup. Waktu yang enggak terasa. Sejak awal, saya dan Wabup sudah berkomitmen untuk berjalan bareng, seiring sejalan sampai akhir periode. Kalau seia sekata tidak mungkin karena beda pandangan,” ujar Yuni, sapaan Bupati, di hadapan ratusan aparatur sipil negara (ASN) di Taman Sukowati Sragen, Sabtu (27/4/2019) malam.

Yuni mengakui beda pilihan dengan Wabup, namun tetap saling menghormati. Ia memastikan Bupati dan Wabup solid untuk memimpin Sragen. Ia menginginkan Sragen tetap aman. Pilkada 2021 urusan belakangan.

“Tapi ASN suka otak-atik gathuk. Ada yang bertanya ke saya. ‘Apa mau maju [pilkada] sama Pak Sekda? Gitu tanyanya. Padahal Pak Sekda [Tatag Prabawanto] sudah sama Pak Tugiyono dengan nama duet Taktuk. Kayak gitu dibuat ramai,” ujarnya yang direspons dengan tawa para pejabat eselon II.

Apabila maju lagi dan dengan siapa, Yuni memastikan akan menyampaikannya. Perkara masih bersama Wabup atau tidak, Yuni berpesan ASN tidak perlu tahu karena itu urusan pribadinya dengan hitung-hitungan politik. “Kami akan buktikan lima tahun tetap solid. Soal besok [pilkada] ditonton meneh. Namanya politik, besok bisa berubah atau sama,” kata dia.

Masih banyak pekerjaan yang harus direalisasikan terkait visi dan misinya yang belum tercapai, seperti pembangunan RSUD tipe D di Tangen dan pencapaian 25.000 tenaga kerja baru. Target pengentasan kemiskinan pun, diakui Yuni, belum terlalu signifikan. Ia berharap ASN lebih fokus mengejar ketertinggalan visi dan misi tersebut.

Wabup Dedy enggan berkomentar soal hal itu. Saat ditanya Solopos.com terkait komitmen menjaga harmonisasi dengan Bupati, ia hanya tersenyum. Saat petugas protokoler memberi waktu Dedy untuk menyampaikan pengarahan pada Sabtu malam itu, Dedy memilih bercerita tentang pantun humor dan bagi-bagi hadiah.