Kasus Pencurian Uang Miliaran Rupiah di Brankas Luwes Sragen Mulai Disidangkan

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan menyampaikan hasil ungkap kasus pembobolan brankas Toserba Luwes Sragen di Mapolres Sragen, Rabu (6/2/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
29 April 2019 17:15 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Kasus pembobolan brankas Toserba Luwes Sragen yang terjadi pada akhir Januari 2019 lalu mulai memasuki persidangan. Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan sudah digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sragen pada Rabu (24/4/2019) lalu. 

Sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) bakal digelar Selasa (30/4/2019). Sebagaimana diinformasikan, ada tiga tersangka dalam kasus pencurian uang yang nilainya mencapai miliaran rupiah itu.

Ketiganya yakni Supriyanto, warga Dagen, Desa Suruh, Tasikmadu, Karanganyar; Narwan Lusdiyanto alias Iwan, warga Gebyok, Karangmendem, Mojogedang, Karanganyar; dan Risang Gilang Purboyo, 20, asal Dusun Jetis, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar. 

Polisi menyebut Supriyanto merupakan otak dari pembobolan brankas. Pemetaan lokasi di Toserba Luwes, lokasi brankas, dan tempat brankas yang harus dilubangi itu idenya semua berasal dari Supriyanto. 

Eksekutornya Narwan alias Iwan. Sedangkan Risang ini pendatang baru yang semula hendak membantu Iwan tetapi akhirnya memilih mengawasi di luar bersama Supriyanto. Komplotan ini berhasil membobol brankas Luwes Sragen dan membawa kabur uang senilai Rp2,2 miliar yang kemudian mereka bagi di antara mereka.

Peristiwa pencurian itu terjadi pada Kamis, 30 Januari 2019 malam dan diketahui pada Jumat, 31 Januari 2019 dini hari. Sedangkan para pelakunya tertangkap dalam kurun waktu Minggu-Selasa (3-5/2/2019). 

Aris Subandrio, kuasa hukum terdakwa Supriyanto, menyebut kliennya tidak layak disebut sebagai otak di balik kasus kejahatan tersebut. Aris mengakui kliennya merupakan orang yang membuat brankas pesanan dari manajemen Luwes Sragen. 

Kendati begitu, dia menolak kliennya menjadi inisiator atau otak di balik kasus tersebut. “Polisi mengatakan Supri adalah otak dari kasus ini karena statusnya sebagai produsen brankas. Itu kesimpulan yang tidak tepat," jelas Aris saat ditemui wartawan di Rumah Kopi Sragen, Senin (29/4/2019) siang. 

Dia mengatakan kalau dirunut kronologinya, justru Narwan Lusdiyanto alias Iwan lah yang layak disebut sebagai otak kasus ini. Iwan yang secara intens mengajak dan mempengaruhi Supriyanto supaya mau bekerja sama membobol brankas Luwes Sragen. 

"Sepekan sebelum kejadian, Supri berkali-kali didatangi Iwan yang mendesak supaya ia bersedia melakukan tindakan melawan hukum itu,” terang