Pengangguran Di Wonogiri Terendah Ketiga Se-Jateng

Pengunjung memadati sejumlah stan perusahaan dalam Wonogiri Job Fair di Gedung Giri Wahana, Kompleks GOR Giri Mandala, Wonogiri, Senin (29/4/2019). - Cahyadi Kurniawan
30 April 2019 14:20 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Pemerintah Kabupaten Wonogiri terus mendorong agar lulusan SMA dan SMK di Wongiri bisa terserap industri sehingga tak menambah jumlah penganggur terbuka di Wonogiri. Pada 2018, jumlah penganggur terbuka di Kota Sukses ini mencapai 13.157 orang atau setara 2,28 persen dari total angkatan kerja yang sebanyak 577.061 orang.

Setiap tahun Wonogiri menghasilkan 7.195 lulusan SMK dan 3.472 lulusan SMA. Sebagian besar atau sekitar 90 persen lulusan SMK memilih untuk langsung bekerja ketimbang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Sementara lulusan SMA hanya setengahnya dari total lulusan yang langsung mencari kerja.

“Kalau ini tidak kami kelola nanti masuk ke kotak pengangguran. Saat ini, persentase kami sudah terendah ketiga di Jateng di bawah Kabupaten Semarang dan Boyolali. Jangan sampai naik,” kata Kepala Dinas Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Wonogiri, Ristanti, saat ditemui wartawan di sela-sela Wonogiri Job Fair di Gedung Giri Wahana, Kompleks GOR Giri Mandala, Wonogiri, Senin (29/4/2019).

Ia menjelaskan khusus penanganan pengangguran bagi lulusan SMA dan SMK, Pemkab membuka program link and match antara sekolah dengan perusahaan. Perusahaan diharapkan bisa menyerap lulusan dan sekolah mereposisi dirinya menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. “Ada juga kerja sama G2G [antarpemerintahan] atau sender organization dengan Jepang soal pengiriman magang,” imbuh dia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Wonogiri mengirimkan setidaknya 100-an orang ke Jepang untuk mengikuti program magang. Selain itu, ada juga 10-an orang yang berangkat ke Korea Selatan hasil kerja sama G2G. “Yang sangat menggiurkan sebetulnya ke Korea karena gaji dan pesangonnya sangat tinggi. Tapi, perekrutannya sangat ketat karena G2G,” beber Ristanti.

Selain upaya-upaya tadi, digelar pula pameran bursa kerja untuk menyediakan lowongan bagi pengangguran yang belum terserap. Pameran kali ini diikuti 42 perusahaan yang menyediakan hingga 6.800 lowongan. Biasanya, lebih dari setengah pengunjung akan diterima bekerja oleh peserta bursa kerja. “Target kami kali ini setidaknya ada 2.500 pengunjung. Job fair ini kan yang disasar tenaga kerja kelompok menengah,” kata dia. Bursak kerja digelar dua hari hingga Selasa (30/4/2019).

Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santosa, mengatakan lowongan yang disediakan perusahaan di Wonogiri sebenarnya memadai untuk menyerap pengangguran yang ada. Namun, biasanya terkendala soal peminatan bidang kerja. Ia mencontohkan PT Nesia Pan Pasific Clothing Wonogiri bakal membutuhkan sekitar 5.000 karyawan baru untuk operasional dua gedung baru mereka. “Sekarang jumlah karyawan mereka ada 4.500 orang dan targetnya 12.000 karyawan. Perusahaan-perusahaan lain juga akan menambah karyawan,” kata dia.

Edy menambahkan Pemkab sangat terbuka dengan investasi. Ada sejumlah perusahaan yang masih dalam proses pengurusan investasi. “Ada juga pabrik baru yang belum beroperasi. Ini kan juga akan menyerap tenaga kerja,” ujar Edy.