SDN Bromantakan Resmi Pindah ke Eks SMPN 5 Solo di Ngarsapura

Para siswa dan guru SDN Bromantakan ke SMPN 5 Solo, boyongan ke bekas SMPN 5 Solo, Selasa (30/4/2019). (Solopos - Agnes Yustin Roswita)
02 Mei 2019 07:00 WIB Agnes Yustin Roswita Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- SD Negeri Bromantakan Solo per Mei 2019 akhirnya pindah ke bekas gedung SMPN 5 Solo di kawasan Ngarsapura. Sebelumnya, SD ini berlokasi di Jl. Ronggowarsito, sebelah barat PTPN IX Solo.

Boyongan siswa ditandai dengan pawai seusai apel pagi di gedung lama pada Selasa (30/4/2018). Setelah itu mereka berjalan ke lokasi baru yang merupakan bekas gedung SMPN 5 Solo.

Pantauan Solopos.com, Selasa, tiga siswa mengenakan seragam merah putih berjalan sambil membawa spanduk. Mereka memakai topi terbuat dari kertas koran.

Spanduk yang mereka bawa bertuliskan Boyongan SDN Bromantakan ke SMPN 5 Ngarsopuro. Warnanya biru. Di belakang tiga siswa tersebut, ada seorang siswa yang mengenakan baju batik yang dihiasi kalung berwarna-warni.

Dress batik tersebut serasi dengan sayap garuda yang terbuat dari bulu ayam berwarna hitam putih. Di belakang siswa yang mengenakan sayap garuda tersebut, tampak rombongan siswa-siswi SDN Bromantakan, mulai dari yang terkecil hingga yang siswa yang tingginya sepundak orang dewasa.

Meski sinar matahari semakin panas, rombongan siswa-siswi tersebut semakin antusias berjalan kaki dari SDN Bromantakan ke SMPN 5 Solo.

"Dengan pindahnya SDN Bromantakan ke SMPN 5 ini, diharapkan agar semua bangunan dan fasilitas yang tersedia dapat menunjang pembelajaran anak-anak. Tempat belajar di SDN Bromantakan sempit karena harus berbagi tempat dengan SDN Beskalan," kata Kepala SDN Bromantakan, Tukiyem, saat ditemui Solopos.com, Selasa (30/4/2019).

Tukiyem mengakui lahan SDN Bromantakan lama lebih sempit dari SDN Bromantakan baru, yakni SMPN 5 Solo. Proses perpindahan telah dilakukan sejak Senin (29/4/2019). Kini, para siswa dapat belajar dengan leluasa karena ruang kelas dan halamannya lebih luas.

Sesampainya di gedung bekas SMPN 5 Solo yang akan menjadi sekolahan baru mereka, para siswa dan guru memotong dua tumpeng. Tumpeng tersebut dibagikan kepada 160 siswa SDN Bromantakan beserta para guru.

"Berdasarkan peraturan pelelangan, mulai Senin [29/4/2019] kemarin, SMPN 5 harus mengosongkan ruang kelas VII dan VIII agar bisa ditempati SDN Bromantkan. Sedangkan untuk SMPN 5, tahun ajaran 2019-2020 harus sudah mengosongkan tempat di Ngarsopuro tersebut dan melakukan kegiatan belajar mengajar sepenuhnya di gedung baru di Mojosongo," kata Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Solo, Wahyono, saat dihubungi Solopos.com.