Jembatan Eco-JPO Jl. Kolonel Sutarto Solo Segera Diresmikan, Catat Tanggalnya!

Eco-JPO di Jl. Kolonel Sutarto depan RSUD dr. Moewardi, Jebres, Solo, segera diresmikan. (Solopos - Nicolous Irawan)
02 Mei 2019 14:35 WIB Candra Mantovani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Proyek pembangunan jembatan penyebarangan orang berkonsep ramah lingkungan (Eco-JPO) Solo di Jl. Kolonel Sutarto depan RSUD dr. Moewardi, Jebres, Solo, sudah mencapai tahap akhir.

Jembatan penyeberangan tersebut akan diresmikan pada Jumat (10/5/2019). Pantauan Solopos.com, Rabu (1/5/2019), proyek pembangunan Eco-JPO Solo sudah mencapai tahap akhir. Pekerja sudah memasang keramik dan menyelesaikan rumah lift.

Tahap terakhir hanya terkendala listrik yang belum tersambung di Eco-JPO. Kabid Program dan Evaluasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Joko Purnomo, mengatakan pekerjaan Eco-JPO Solo sudah pada tahap finishing.

“Target selesainya tinggal menunggu pemasangan keramik untuk bangunannya. Paling dua sampai tiga hari sudah selesai. Kami menjadwalkan Eco-JPO Solo diresmikan pada 10 Mei nanti. Belum launching yang besar, masih soft launching karena ada kendala listrik yang masih belum terpasang,” bebernya saat dihubungi Solopos.com, Rabu (1/5/2019).

Dijadwalkan soft launching akan dihadiri beberapa orang penting di Pusjatan Kementerian PUPR Bandung. Salah satu yang dijadwalkan hadir di peresmian Eco-JPO Solo nanti adalah Kapuslitbang Pusjatan.

“Dari Pusjatan nanti yang hadir masih tentatif, tapi minimal kemungkinan Kapuslitbang akan ikut hadir meresmikan,” imbuh dia.

Pusjatan saat ini juga tengah menunggu hasil uji beban oleh tim teknis. Meskipun begitu, Joko mengatakan uji beban sudah mencakup pengujian sektor yang krusial.

“Sebenarnya kami ingin melakukan bermacam pengujian seperti beban air dan lain-lain. Tapi karena beberapa keramik belum terpasang, kami belum bisa melakukannya. Tapi yang terpenting di sektor krusial kami sudah melakukan pengujian beban,” tuturnya.

Terpisah, Peneliti Bidang Jembatan Pusjatan Bandung, Anton Survianto, mengatakan masih mengolah data hasil pengujian beban JPO. Meskipun demikian, dia melihat saat proses pengujian, konstruksi Eco-JPO Solo sudah siap untuk dioperasikan.

“Masih pengolahan data. Tapi berdasarkan perkiraan kami, konstruksinya aman-aman saja. Kaku jembatannya. Maksudnya kaku adalah jembatan sesuai dengan desain perencanaan,” terangnya kepada Solopos.com.