Pengakuan Lengkap Nurwanto Soal Perannya Dalam Pembunuhan Caleg Golkar Sragen Sugimin

Nurwanto, tersangka kedua pembunuhan caleg Golkar Sragen, Sugimin. (Solopos - Rudi Hartono)
02 Mei 2019 21:25 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Polres Wonogiri sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus pembunuhan calon anggota legislatif (caleg) DPRD Sragen dari Partai Golkar, Sugimin, 52. Keduanya yakni Nurhayati Kustanti, 41, dan suaminya, Nurwanto, 43, warga Kelurahan Purwosari, Wonogiri.

Nurhayati yang merupakan dosen salah satu perguruan tinggi di Kediri, Jawa Timur, ditangkap pada hari yang sama dengan meninggalnya Sugimin, Selasa (16/4/2019). Nurhayati ditetapkan menjadi tersangka sehari kemudian.

Sedangkan Nurwanto ditangkap sepekan setelah kematian Sugimin, tepatnya Selasa (30/4/2019), setelah polisi mendapat fakta keterlibatan Nurwanto sebagai orang yang membeli racun tikus dan mencampurnya dengan kapsul obat diare atas perintah istrinya.

Kepada wartawan yang mewawancarainya di Mapolres Wonogiri, Kamis (2/5/2019), Nurwanto mengakui ikut meracik dua butir kapsul obat diare berisi racun tikus. Dia mengaku takut setelah diberi tahu Nurhayati bahwa Sugimin mengancam menculik anaknya jika permintaannya tak dipenuhi.

Permintaan itu berupa uang senilai Rp750 juta yang dimasukkan dalam 15.000 lembar amplop berisi Rp50.000/amplop. Nurwanto takut Sugimin bakal merealisasikan ancamannya tersebut.

Suatu ketika Nurhayati berkata kepada Nurwanto jalan satu-satunya agar ancaman itu tidak terjadi Sugimin harus dihabisi. Saat itu Nurhayati menyebut suatu saat akan meracuni Sugimin. Nurwanto saat itu mengira ucapan Nurhayati tak serius.

Hingga pada 10 April 2019, Nurhayati meminta Nurwanto membeli beberapa bungkus racun tikus di Kaloran, Giritirto, Kecamatan Wonogiri. Saat itu lah dia merasa Nurhayati serius ingin mencelakai Sugimin.

Nurwanto memenuhi permintaan Nurhayati karena teringat dengan ancaman Sugimin. “Waktu itu saya berpikir racun tikus tersebut hanya untuk melumpuhkan Sugimin, biar dia tak bisa menculik dan mencelakai keluarga kami. Jadi saya mau menuruti perintah istri saya,” kata Nurwanto.

Dia juga mengaku mengantarkan Nurhayati saat membawa Sugimin ke rumah sakit di Wonogiri dan Solo Baru, Sukoharjo, selama rentang waktu 11-14 April. Sugimin dibawa ke rumah sakit lantaran sakit setelah menelan kapsul obat diare yang berisi racun tikus hasil racikan Nurhayati.

Nurwanto mengaku sempat beberapa kali mengingatkan Nurhayati agar memulangkan Sugimin ke Sragen. Namun, Nurhayati tak menggubris.

“Saat mau membawa Sugimin keluar dari RS dr. Oen Solo Baru, istri saya menghubungi saya dan meminta saya menyiapkan dua butir kapsul obat diare berisi racun tikus. Saya sempat ragu waktu itu,” imbuh Nurwanto.

Namun akhirnya Nurwanto menuruti perintah Nurhayati. Dia memasukkan dua setengah bungkus racun tikus ke dalam dua butir kapsul obat diare. Nurhayati berpesan kepadanya untuk menyerahkan dua butir kapsul itu kepadanya di depan Pasar Kota Wonogiri.

Nurhayati akan menemui Nurwanto di tempat itu. Setelah membawa Sugimin keluar dari RS dr. Oen, saat itu Nurhayati membawa Sugimin ke Giriwoyo melalui depan Pasar Kota Wonogiri dengan alasan Sugimin ingin pergi ke makam seorang kiai di Giriwoyo.

“Setelah meracik dua butir kapsul saya pergi ke depan Pasar Kota Wonogiri. Di sana saya menunggu istri saya datang. Saat istri saya sampai di depan pasar, saya menyerahkan kapsul itu. Saya berpesan agar dia jangan macam-macam. Waktu itu saya melihat Sugimin di kursi depan mobil. Setelah itu saya enggak tahu istri saya melakukan apa,” ucap Nurwanto.

Seperti diketahui, saat perjalanan menuju Giriwoyo, Nurhayati meminumkan dua butir kapsul obat diare kepada Sugimin. Sesampainya di Giriwoyo kondisi Sugimin semakin kritis dan akhirnya meninggal dunia, 16 April dini hari.