Haul K.H.R. Sahid Djogosentono: Hidup Harus Bermanfaat Bagi Sesama

Anak kedua dan ketiga almarhum Prof. Dr. H. Sukamdani Sahid Gitosardjono, Hj. Exacty Budiarsi, M.B.A. (kanan) dan Dr. H. Nugroho Budisatrio Sukamdani (kiri). mengalungkan seuntai bunga di makam K.H.R. Sahid Djogosentono saat peringatan haul ke-60 di permakaman Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo, Sabtu (4/5/2019). (Istimewa - Andri Kristianto)
04 Mei 2019 18:45 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sejumlah orang duduk rapi mengelilingi meja membentuk lingkaran kecil. Mereka memakai baju koko warna putih lengkap dengan peci putih atau hitam.

Tak berapa lama kemudian, mereka melantunkan doa dan tahlil di sekitar Permakaman Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo. Pagi itu, Sabtu (4/5/2019), ratusan orang berkumpul di sekitar Permakaman Kelurahan Jetis.

Mereka mengikuti peringatan Haul ke-60 K.H.R. Sahid Djogosentono yang digelar setiap tahun. Acara itu dihadiri keluarga besar Eyang Sahid Djogosentono, keluarga besar divisi bisnis dan pendidikan Sahid Group Wilayah Jateng dan DIY, serta masyarakat setempat.

K.H.R. Sahid Djogosentono merupakan ayahanda almarhum Prof. Dr. H. Sukamdani Sahid Gitosardjono. Sahid Jogosentono meninggal dunia pada 4 Mei 1959. Acara itu dihadiri istri serta anak kedua dan ketiga almarhum Prof. Dr. H. Sukamdani Sahid Gitosardjono, Hj. Juliah Sukamdani dan Hj. Exacty Budiarsi, M.B.A., dan Dr. H. Nugroho Budisatrio Sukamdani.

Selain doa dan tahlil, peringatan Haul K.H.R. Sahid Djogosentono diisi dengan pemberian santuan kepada 60 anak yatim di wilayah Soloraya. Selain itu, ada beberapa lomba yang digelar untuk menyemarakkan kegiatan haul seperti public speaking dan fotografi.

“Saya berharap kegiatan haul tetap diuri-uri dan dilestarikan setiap tahun. Tradisi ini jangan sampai hilang pada masa mendatang,” kata Nugroho, Sabtu.

Dia menceritakan ada filosofi kehidupan yang diwasiatkan Eyang Sahid Djogosentono kepada keluarganya. Filosofi kehidupan itu berupa saling membantu dan menolong sesama manusia. Hidup harus bermanfaat untuk masyarakat.

“Inti wasiat Eyang Sahid [Sahid Djogosentono] harus bermanfaat untuk orang lain dan saling menghidupi,” ujar dia.

Seusai doa dan tahlil, keluarga besar Prof. Dr. H. Sukamdani Sahid Gitosardjono nyekar di makam Sahid Djogosentono. Prosesi nyekar itu dipimpin Dr. H. Nugroho Budisatrio Sukamdani. Mereka berdoa di depan pusara makam sebelum menabur bunga di makam orang tua pimpinan Sahid Group tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia Haul K.H.R. Sahid Djogosentono, Budi Utomo, mengatakan jumlah tamu yang menghadiri kegiatan haul sekitar 300 orang. Mereka dari keluarga besar divisi bisnis dan pendidikan Sahid Group, tokoh agama, dan tokoh masyarakat serta masyarakat setempat.

Seperti pada tahun sebelumnya, berbagai stan pameran potensi dari divisi bisnis maupun pendidikan ikut memeriahkan kegiatan haul K.H.R. Sahid Djogosentono. Misalnya, Hotel Sahid Jaya Solo, Kusuma Sahid Prince Hotel Solo, Sahid Jaya Yogyakarta, Sahid Gema, STP Sahid Surakarta, Universitas Sahid (Usahid) Surakarta, dan SMK Kriya Sukoharjo.

“Kegiatan haul Eyang Sahid tak berbeda jauh dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hanya tahun ini lebih fokus pada santunan anak yatim yang jumlahnya 60 orang menyesuaikan peringatan haul,” kata dia.