Pemkot Solo Diminta Prioritaskan Overpass Joglo & Sekip

Pengendara motor melintas di jalan Lemah Abang-Palang Joglo, Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo, Jumat (8/3/2019) pagi. (Solopos - Kurniawan)
05 Mei 2019 06:00 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo diminta memprioritaskan pembangunan jalan layang (overpass) Palang Joglo dan Sekip, Banjarsari, Solo. Hal itu lantaran kemacetan di perlintasan sebidang Palang Joglo terutama pada jam pulang kerja semakin akut.

Pendapat itu disampaikan legislator DPRD Solo dari Banjarsari, Asih Sunjoto Putro, saat diwawancarai Solopos.com, Jumat (3/5/2019). “Kalau tahun ini Pemkot memprioritaskan pembangunan jalan layang Purwosari, ya setidaknya tahun depan giliran Palang Joglo digarap. Kemacetan lalu lintas di jalur ini semakin parah. Hampir setiap sore terjadi kemacetan,” ujar dia.

Asih mengakui anggaran pembangunan jalan layang Palang Joglo cukup besar. Tapi menurut dia Pemkot bisa kembali melobi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mendapatkan kucuran dana lagi.

Pembuatan jalan layang Palang Joglo, menurut Asih, merupakan salah satu bentuk komitmen Pemkot mengembangkan kawasan Solo utara. Seperti yang telah dilakukan Pemkot Solo dengan membangun RSUD Solo di Ngipang, Kadipiro.

Infrastruktur yang memadai dibutuhkan untuk mendorong pembangunan suatu kawasan. Namun, Asih menyayangkan kondisi ruas-ruas jalan menuju RSUD Ngipang yang selama bertahun-tahun dibiarkan sempit tanpa ada pelebaran.

Bahkan setahun terakhir aksesibilitas masyarakat menuju RSUD Ngipang semakin sulit menyusul proyek pembangunan jalur kereta bandara. Salah satu perlintasan sebidang di jalur utara, yaitu di Sekip, Kadipiro, ditutup untuk proyek itu.

Penutupan dilakukan permanen menyusul segera beroperasinya jalur kereta bandara. Akibatnya warga dari timur rel harus memutar melalui Palang Joglo untuk menuju RSUD Ngipang. Akibatnya arus di Palang Joglo semakin padat.

“Selain pembuatan overpass itu, saya juga minta agar jalur-jalur menuju RSUD Ngipang diperlebar. Seperti Jl. Samudra Pasai Krembyongan-Ngipang itu kan sempit sekali dan di badan jalan aspalnya sudah mengelupas,” urai Asih.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Ahyani, saat diwawancarai Solopos.com, belum lama ini, mengatakan proyek pembuatan jalan layang di Solo tak akan berhenti di jalan layang Manahan. Tahun ini giliran jalan layang Purwosari yang akan dibangun.

Pembangunan jalan layang Purwosari akan menghabiskan anggaran sekitar Rp150 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Selain itu ada anggaran pendampingan dari Pemkot Solo sebesar Rp10 miliar.