KPU Sragen Rampungkan Pleno, Data Perolehan Kursi DPRD Belum Ada

Komisioner KPU Sragen menandatangani dokumen hasil rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di tingkat kabupaten di Gedung IPHI Kecamatan Sragen, Minggu (5/5/2019). (Solopos - Khodiq Duhri)
05 Mei 2019 23:40 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen sudah menyelesaikan rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di tingkat kabupaten pada Minggu (5/5/2019).

Namun demikian, data perolehan kursi masing-masing partai politik di DPRD Sragen belum bisa diketahui. KPU Sragen akan menentukan perolehan kursi tiap kontestan Pemilu 2019 melalui rapat pleno internal.

Ketua KPU Sragen, Minarso, mengatakan perolehan suara dari calon presiden dan wakil presiden, calon DPR, calon DPRD Jateng, calon DPRD provinsi dan calon DPD Jateng sudah bisa diketahui setelah rapat pleno selesai digelar.

Meski begitu, KPU Sragen belum bisa mengumumkan secara resmi perolehan suara dari masing-masing calon legislatif (caleg) maupun perolehan kursi parpol di DPRD Sragen. “Hari ini kami hanya bisa mengumumkan perolehan suara dari peserta pemilu. Soal perolehan kursi nanti ada mekanisme sendiri. Secepatnya akan kami konsultasikan ke KPU Provinsi [Jateng]. Setelah itu, kami akan adakan rapat pleno internal Komisioner KPU Sragen untuk menentukan perolehan suara masing-masing caleg,” jelas Minarso saat ditemui wartawan seusai rapat pleno di Gedung IPHI Kecamatan Sragen, Minggu sore.

Minarso menjelaskan pada dasarnya rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat kabupaten berjalan lancar. Menurutnya, tidak ada pergeseran suara yang diraih peserta pemilu yang memberatkan saksi dari partai politik (parpol). Permasalahan yang kerap muncul dalam rapat pleno adalah ketidaksesuaian data pemilih penyandang disabilitas di sejumlah kecamatan.

Hal itu membuat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta KPU Sragen untuk mendatangkan perwakilan panitia pemilu kecamatan (PPK) guna sinkronisasi. "Di beberapa kecamatan, data pemilih disabilitas tidak sinkron. Ada kekeliruan dalam penulisan. Misal jumlah pemilih disabilitas laki-laki dimasukkan di kolom perempuan. Begitu juga sebaliknya. Tapi, jumlah pemilih disabilitas sama. Itu terjadi mungkin karena petugas kami kurang konsentrasi. Proses rekapitulasi penghitungan suara itu menuntut konsentrasi tinggi. Kami harus akui bersama dengan segala kelebihan dan kelemahan, semua petugas penyelenggara pemilu sudah bekerja semaksimal mungkin,” ujar Minarso.

Ketua Bawaslu Sragen, Dwi Budhi Prasetyo, mengapresiasi proses rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di tingkat kabupaten berjalan lancar. Permasalahan yang kerap muncul hanya menyangkut perbedaan data pemilih disabilitas.

Tidak ada temuan pergeseran suara parpol atau caleg yang mengharuskan dibukanya kotak suara. “Di beberapa kota lain permasalahan yang muncul sampai harus diselesaikan dengan membuka kota suara. Di Sragen tidak sampai ke sana. Meski ada 20 kecamatan, rapat pleno bisa selesai dalam tiga hari tanpa molor,” ucapnya.