Siswa SMA di Solo Bakal Nekat Konvoi Kelulusan, Netizen: Biarkan Saja!

Ilustrasi pelajar SMA. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
06 Mei 2019 21:10 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Larangan konvoi kendaraan bermotor di Kota Solo, Jawa Tengah, seusai pengumuman kelulusan siswa SMA/SMK sederajat, 13 Mei 2019, menuai pro-kontra. Sejumlah siswa SMA/SMK sederajat keberatan dengan larangan konvoi kendaraan bermotor yang diputuskan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Sukoharjo dan Solo.

Siswa yang tidak setuju dengan larangan itu rencananya bakal nekat berkonvoi setelah pengumuman kelulusan dibacakan. Mereka menilai, konvoi merupakan salah satu cara merayakan kelulusan. Senada dengan para siswa, netizen juga meminta pemerintah membiarkan konvoi tersebut. Sebab, konvoi merupakan salah satu cara merayakan kelulusan yang sudah ada sejak dulu.

Komentar tersebut disampaikan netizen lewat capture berita Solopos.com yang dibagikan pengelola akun Instagram @jelajahsolo, Senin (6/5/2019). Sejumlah netizen menilai konvoi kelulusan sangat lazim dilakukan pelajar.

Wajarnya usia segitu. Nanti ada masanya. Besok kalau yang konvoi sudah seumur kalian bakal jadi anti-kebisingan jalan. Yang penting diarahkan jangan sampai timbul perkelahian,” komentar @sprinksice.

Kearifan lokal yang tidak boleh dihilangkan,” imbuh @hanandasn.

Enggak usah munafik. Apalagi yang sudah tua, zamanmu dulu kayak gimana? Semua ada masanya. Mereka punya hak untuk itu,” sambung @aditprakoso0.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, Suyatna, mengimbau siswa SMA/SMK sederejat tidak melakukan aksi huru-hara, seperti konvoi kendaraan bermotor yang melanggar aturan lalu lintas maupun coret-coret seragam setelah pengumuman kelulusan. Dinas Pendidikan telah berkoordinasi dengan Satlantas untuk memberikan sanksi kepada siswa yang tetap nekat berkonvoi sepeda motor.