Flyover Purwosari Solo Batal Dibangun Tahun Ini

Perlintasan KA Purwosari Solo. (Solopos/Dok)
06 Mei 2019 21:15 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Jalan layang (flyover) Purwosari, Solo, batal dibangun tahun ini. Proyek tahun ini akan difokuskan untuk pembenahan berbagai jaringan Telkom, PDAM, dan PLN di kawasan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, saat diwawancarai wartawan, Senin (6/5/2019). “Yang jelas [overpass] Purwosari dimulai tahun depan, sebab kami harus memindahkan berbagai utilitas yang di bawah dulu,” ujar dia.

Rudy, panggilan akrab Wali Kota, mengaku sudah berkomunikasi dengan berbagai pihak penanggung jawab jaringan kabel yang harus dipindahkan. Menurut dia, sejauh ini tak ada masalah dengan penanggung jawab jaringan.

“Anggarannya nanti di perubahan APBD 2019 dialokasikan,” kata dia. 

Tapi Rudy tak tahu berapa kebutuhan anggaran untuk pembenahan jaringan PLN, PDAM, dan Telkom. Dia menyerahkan kepada tim untuk menyiapkan anggaran.

Ihwal pembangunan konstruksi jalan layang menurut Rudy akan kembali diserahkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Konsep yang sama sudah diterapkan dalam pembangunan jalan layang Manahan pada 2018.

“Yang membangun nanti tetap pusat. Kene jaluk wae [Kami minta saja],” imbuh Rudy sembari tersenyum. 

Sedangkan mengenai pembangunan jalan layang palang Joglo, Rudy mengatakan sudah disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dari konsultasi itu Pemkot Solo diminta terlebih dulu membuat feasibility study (FS) jalan layang Joglo. 

Kementerian PUPR juga sempat menanyakan dampak keberadaan jalan tol Trans Jawa. “Saya sampaikan, ya ndak bisa. Pasti lewatnya kendaraan tetap di ringroad [Solo]. Kecuali bila pintu tolnya di Joglo, kami tidak akan kelewatan. Mudah-mudahan tahun depan feasibility study overpass Palang Joglo dimulai tahun depan,” kata dia.

Sejumlah pengguna jalan di Solo mendukung rencana Pemkot Solo membangun sejumlah overpass di perlintasan sebidang kereta api. Langkah itu dinilai dapat mengurangi potensi kemacetan di beberapa ruas jalan di Kota Bengawan.

Tapi Pemkot juga diminta menggenjot program pengurangan kendaraan pribadi di Solo dengan mengampanyekan bersepeda. Semakin banyak orang yang bersepeda di Solo, diharapkan mengurangi jumlah kendaraan bermotor.

“Dengan memberikan fasilitas yang layak kepada para pesepeda akan sangat baik. Seperti markah khusus bagi pesepeda di jalan, maupun fasilitas tempat parkirnya. Contoh saja Jogja,” ujar pegiat sepeda Kota Solo, Oki Nugroho, Senin.

Sebagaimana diinformasikan, flyover Purwosari sedianya dibangun awal tahun ini atau segera setelah flyover Manahan kelar akhir 2018 lalu. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh anggota DPRD awal tahun ini anggaran untuk keperluan itu belum ada di Kementerian PUPR.