Truk BBM Tabrak Pohon di Jl. Ki Mangun Sarkoro Solo, Kernet Meninggal

Tim Basarnas dan Pemadam Kebakaran Kota Solo mengevakuasi kondektur truk BBM Pertamina yang terjepit setelah trus menabrak pohon di Jl. Ki Mangun Sarkoro, Sumber, Banjarsari, Solo, Senin (6/5/2019) malam. (Solopos - Ichsan Kholif Rahman)
07 Mei 2019 14:40 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kernet truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) Pertamina berpelat nomor G 1789 BE yang menabrak pohon di Jl. Ki Mangun Sarkoro, Sumber, Banjarsari, Solo, Senin (6/5/2019) sekitar pukul 21.00 WIB, meninggal dunia. 

Kernet truk bernama Suratno, 52, warga Kabupaten Tegal, itu terjepit bagian depan truk hingga menyebabkan luka parah di kepala. Dia meninggal dunia setelah sempat dibawa ke RSUD dr. Moewardi Solo.

Pantauan Solopos.com di lokasi kejadian, Senin malam, truk BBM itu rusak parah di bagian depan setelah menabrak pohon. Jl. Ki Mangun Sarkoro ditutup saat petugas Basarnas, BPBD, Satpol PP, dan Pemadam Kebakaran Kota Solo mengevakuasi badan Suratno yang terjepit bagian depan truk.

Kanit Laka Satlantas Polresta Solo, Iptu Bambang Subekti, mewakili Satlantas Polresta Solo, Kompol Busroni, saat ditemui Solopos.com di Kecamatan Banjarsari, Selasa (7/5/2019), mengatakan truk pengangkut BBM itu dalam keadaan kosong setelah mengisi BBM di salah satu SPBU. 

Truk BBM melaju dari timur ke barat untuk menuju ke pangkalan Pertamina di Teras, Boyolali. Perlu sekitar 60 menit untuk mengevakuasi Suratno dari kabin truk. Diduga sopir mengalami kelelahan sehingga membanting setir ke arah kiri dan truk yang dikemudikannya menabrak pohon.

“Sopir bernama Triyanto, 52, warga Kabupaten Klaten, saat ini masih dirawat di RS Brayat Minulya. Sementara kernetnya, Suratno, meninggal setelah dibawa ke RSUD dr. Moewardi,” ujarnya.

Ia menambahkan selama operasi keselamatan candi ada dua orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan. Pada awal Mei, kecelakaan tunggal mengakibatkan Irwan Rudianto, 52, warga Kepatihan Wetan, Kecamatan Jebres, meninggal dunia. 

Ia mengimbau warga selalu berhati-hati ketika berkendara dan tidak memaksakan diri dalam berkendara ketika sudah merasa lelah. Anggota BPBD Kota Solo, Arief Fahmi Rahmansyah, yang berada di lokasi kejadian, mengatakan proses evakuasi berlangsung cukup lama karena kondisi yang benar-benar tidak memungkinkan. 

Kaki Suratno terjepit kabin truk yang ringsek sehingga harus ditarik dengan sling dan petugas Damkar memotong besi-besi yang menjepit tubuh Suratno. Menurutnya, evakuasi banyak terkendala besi-besi yang menjepit serta kurangnya cahaya. 

Saat dievakuasi, Suratno masih bersuara namun beberapa saat kemudian ia terdiam. “Berdasarkan informasi awal yang meninggal itu sopirnya karena kernet dan sopir bertukar posisi di wilayah Sumberlawang, Sragen. Kami telah melakukan evakuasi semaksimal mungkin dan sesuai prosedur, namun sayang nyawa korban tidak tertolong,” ujarnya.

Ia menambahkan truk Pertamina merupakan truk yang terkenal kuat sehingga saat ditarik menggunakan tali sling harus benar-benar berhati-hati karena apabila tidak kuat tali sling putus dikhawatirkan bisa mengenai sukarelawan atau warga yang berada di sekitar lokasi. 

Menurutnya, dalam melakukan operasi penyelamatan BPBD Kota Solo telah dilatih dengan sesuai prosedur penyelamatan.